
Nanien Yuniar Continue reading “Karya Djenar Maesa Ayu dan Ratih Kumala dipamerkan di London”
Romantisme “Gadis Kretek”
Jodhi Yudono
oase.kompas.com
“Sekali isep, gadis yang Tuan impikan muncul di hadepan Tuan,” begitu iklan berkalimat nakal yang bukan satu-satunya “kenakalan” dalam novel “Gadis Kretek”. Itu adalah iklan terbaik Idroes Moeria, pengusaha rokok yang pesaingnya; Djagad, selalu membututinya dalam berbisnis setelah kalah bersaing mendapatkan gadis bernama Roemaisa. Continue reading “Romantisme “Gadis Kretek””
Keyakinan tidak Perlu Bukti
Judul: Larutan Senja
Penulis: Ratih Kumala
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, 2006
Peresensi: Mikael Johani *
ruangbaca.com
“Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20: 29). Continue reading “Keyakinan tidak Perlu Bukti”
Ibu dan Tikus
Ratih Kumala *
suaramerdeka.com
TIDAK ada yang salah pada Ibu. Juga tidak ada yang salah pada tikus kecil itu. Ibu membenci tikus itu, dan kupikir kalau tikus kecil itu bisa berbicara tentu dia akan berkata bahwa dirinya juga membenci Ibu.
Suatu hari Ibu tiba-tiba menjadi lebih bersemangat dari biasanya, “Ada tikus! Kecil tapi nakal. Akan kutangkap,” ujarnya. Continue reading “Ibu dan Tikus”
PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN
Maman S. Mahayana *
“Kebangkitan Novelis Pria” demikian judul berita Harian Republika yang mewartakan pengumuman Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2006 (18 Maret 2007, hlm. B10). Rupanya, judul berita itu hendak menegaskan kembali pernyataan Ketua DKJ, Marco Kusumawijaya, “Kenyataan ini sekaligus menepis anggapan masa depan sastra Indonesia berada di bawah dominasi penulis perempuan.” Sebelumnya, harian Seputar Indonesia (11 Maret 2007, hlm. 13), menulis judul “Jeda Dominasi Sastra Hawa” yang pemberitaannya tidak jauh berbeda. Continue reading “PEREMPUAN DALAM NOVEL PEREMPUAN”
