Bertukar Pikiran tentang Cinta

Judul: Di Kereta, Kita Selingkuh
Penulis: Budi Maryono
Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri
Tebal: 175 halaman
Cetakan: II, Juni 2009
Peresensi: Andina Dwifatma
http://suaramerdeka.com/

BAGAIMANAKAH kiranya sebuah kisah cinta mesti terjalin? Apakah berawal dari pertemuan, sedikit rayuan, membina hubungan, lantas berakhir dengan pernikahan? Bagi Budi Maryono, persoalan tidaklah sesederhana itu. Continue reading “Bertukar Pikiran tentang Cinta”

Ikhtiar “Mengekalkan” Rendra

Judul: Rendra Berpulang (1935-2009)
Editor: Edi Haryono
Penerbit: Burung Merak Press
Cetakan: Pertama, 2009
Tebal: xiv+381 halaman
Peresensi: Bandung Mawardi
http://suaramerdeka.com/

RENDRA masih menebar sihir atas nama nostalgia dan pewarisan sekian pemikiran kebudayaan. Puisi-puisi Rendra masih jadi medium intim untuk mengenangkan dan mungkin mengekalkan kerja keras penyair dalam membaca dan menulis dunia dengan kata dan makna. Continue reading “Ikhtiar “Mengekalkan” Rendra”

Fiksi Perempuan Dunia Maya

Judul: Suicide
Penulis: Latree Manohara
Editor: Dwi Cipta
Penerbit: Gigih Pustaka Mandiri
Cetakan: Pertama, Agustus 2009
Tebal: 112 halaman
Peresensi: Agunghima
http://suaramerdeka.com/

DUNIA realita mungkin memang sudah terlampau sesak dan padat. Ada begitu banyak hal yang membuat manusia selalu ingin mencari jalan keluar dari rutinitas yang menderanya. Continue reading “Fiksi Perempuan Dunia Maya”

Cinta dan Pencarian Diri

M. Mushthafa*
http://www.jawapos.com/

Karya-karya Dewi Lestari atau yang populer dengan nama pena Dee, memang banyak mengangkat tema cinta, mulai Supernova (tiga seri), Filosofi Kopi, hingga Rectoverso. Demikian pula novel terbarunya ini, Perahu Kertas, masih kental tema cinta. Bedanya, novel ini bergenre populer dan menggunakan tokoh remaja yang berproses hingga menemukan kematangannya. Continue reading “Cinta dan Pencarian Diri”

Membangun Komunitas Berpengharapan

D. Pujiyono*
http://www.jawapos.com/

Jenazah orang muda bernama Giorgio Frassati diterbangkan dari kota Torino, Italia, menuju Sydney, Australia. Ini terjadi pada peringatan Hari Kaum Muda Sedunia di Sydney, 2008. Giorgio Frassati lahir dari keluarga kaya namun hidupnya ia dedikasikan untuk melayani orang miskin, sakit, dan telantar. Pelayanannya kepada kaum duafa membuat ia mati dalam usia yang relatif muda, 24 tahun. Ia meninggal akibat penyakit dari orang-orang miskin yang dilayaninya. Pada saat meninggal, ribuan orang miskin datang melayat sebagai bentuk penghormatan. Continue reading “Membangun Komunitas Berpengharapan”

Bahasa ยป