Kisah Seorang Kawan untuk Kawannya

Robin Dos Santos Soares
http://www.kompasiana.com/robin

I

Rokok yang tinggal sebatang di atas meja itupun akhirnya kau sulut dengan penuh ketenangan. Sungguh luar biasa nikmat kau rasa ketika hisapan pertama memasuki seluruh rongga tubuhmu. Parumu mengembang sedikit berat. Menyerap dalam aliran darah hingga jantungmu merasakan debaran yang luar biasa. Berpacu. Berdetak dengan kencang. Sampai akhirnya asap yang pertama itu keluar lagi dengan bobot yang tak sebanyak ketika masuk, sebagian tertinggal di dalam. Menetap. Berkumpul. Menyebar entah kemana. Baca selengkapnya “Kisah Seorang Kawan untuk Kawannya”

Hikayat dari Lospalos

Robin Dos Santos Soares
http://www.kompasiana.com/robin

?Nenek tidak mau orang lain mengantarku ke tempat di mana kita harus berpisah untuk selamanya, nenek ingin kamu berjalan di sampingku sampai di pelabuhan kematian. Nenek ingin kamu bukan orang lain, ingat itu. Karena kamu satu-satunya cucuku yang nenek sayangi selama ini, karena kamu bertanya tentang kehidupan dan kematian.?
?Apakah aku harus menangis?? Aku bertanya ?karena setiap kali kematian datang semua orang pasti menangis dan bersedih?
?Tidak perlu, nenek tidak ingin air matamu jatuh karena kepergian nenek masuk surga.? Baca selengkapnya “Hikayat dari Lospalos”

1975 [Sajak Robin Dos Santos Soares]

Robin Dos Santos Soares
http://www.kompasiana.com/robin

Aku merasa kesepian, kehilangan nalar, suara hati.
Tersesat di hutan-hutan hijau.
Pagi itu 7 Desember 1975, aku berlari melawan arus manusia dan binatang.
Bersembunyi di batu-batu tajam melihat kupu-kupu hitam terbang dengan bom.
Sejarah sedang bergerak dengan genosida.
Ibuku korbankan nyawanya untuk aku:
berlari dan berteriak sampai di ujung dunia. Baca selengkapnya “1975 [Sajak Robin Dos Santos Soares]”