Paradok ‘Rumah Pasir’ Koma

S. Jai *
Radar Surabaya, 21 Nov 2010

SEBETULNYA tak ada yang salah dengan pesan dalam pertunjukan teater. Meski selaku seni tentu yang terpenting adalah kesan. Akar budaya kita cukup megah dibangun pelbagai tradisi yang sarat nuansa pesan—tradisi tutur, wayang, kelisanan.

Yang menjadi soal adalah bagaimana sebuah pertunjukan tersebut mengedepankan bangun bahasa dramatif, yang efektif, inspiratif dan tentu saja memberikan pencerahan baik bagi insan panggung maupun public teater yang hadir dalam peristiwa teater. Baca selengkapnya “Paradok ‘Rumah Pasir’ Koma”

KISAH PARA PEREMPUAN PERKASA

(Di balik Buku Puisi Siti Surabaya dan Kisah Para Pendatang, F Aziz Manna)
S. Jai *)
http://ahmad-sujai.blogspot.com/

SAMPAI detik ini, makluk paling misterius masih tetap perempuan.

Sepanjang perjalanan sejarah, sejak takdir padanya baik yang datang dari luar diri maupun yang direbut olehnya menunjukkan hal itu. Sejarah yang kemudian dimitoskan (atau sebaliknya) seperti halnya Oidipus Complex, Sangkuriang, Malin Kundang, Theodora, juga kisah-kisah perempuan di mata agama mempertontonkan diri sebagai makluk yang amat misterius. Kita tentu masih ingat kontroversi seputar kehidupan pelacur di sekitar Yesus. Baca selengkapnya “KISAH PARA PEREMPUAN PERKASA”

PERANG DINGIN GAGASAN ESTETIK PUISI DAN FIKSI

S. Jai *)

MEMBACA kembali fiksi dan realitas sastra kita kini, tentunya merupakan suatu upaya yang tepat dan pada waktu yang tepat pula—sebelum jatuh dalam nostalgia berkepanjangan. Kita hampir saja mengalami sindrom nostalgia pada kedua hal yang jelas berkait erat itu. Bahwa walaupun pada mulanya semangatnya untuk “membaca kecenderungan estetika fiksi kita” akan tetapi sudah barang tentu bakal mencermati subtansi di balik teks sastra khususnya pandangan dunia sebagaimana kerap kali mencuat di pelbagai media. Baca selengkapnya “PERANG DINGIN GAGASAN ESTETIK PUISI DAN FIKSI”