Posted by PuJa on September 7, 2010
S. Jai Radar Surabaya, Minggu, 22 Agustus 2010 KETIKA aku datang kali pertama di dusun itu, rumahnya bobrok ditumbuhi kebun nanas yang sulit dijangkau manusia. Rimbun pohon bambu dengan ujung-ujungnya yang menyentuh tanah menggelikan aku. Bahwa ini bukan tempat yang cocok buatku. Bila malam hari lampu teplok berbinar melawan bintang atau bulan yang terhalang.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on September 6, 2010
S. Jai http://ahmad-sujai.blogspot.com/ MEMBACA garis hidupku, aku terobsesi pada cinta tiga perempuan sepanjang hidup: perempuan bermata tajam seperti elang yang kini jadi istriku, gadis bermata bening sebening telaga sebagai kekasih hatiku, dan kelak akan kuburu cinta perempuan buta agar bisa kulihat dunia dengan ketajaman matahati. ”Semua itu atas nama cinta. Begitu pula cintaku padamu, Rohana,” [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on August 19, 2010
S. Jai http://ahmad-sujai.blogspot.com/ (Pemenang III Sayembara Cerita Pendek Berdasar Cerita Panji yang Diadakan Dewan Kesenian Jawa Timur dan Dewan Kesenian Jombang 2010) API hidup saya menyala di atas takdir yang lebih banyak bukan atas kuasa saya sendiri. Arusnya mengalir bagai di atas rel warisan para pendahulu saya. Saya hanyalah lokomotif dan pikiran saya adalah masinisnya [...]
Filed under: Cerpen, Edisi Khusus
Posted by PuJa on August 16, 2010
(Surat Terbuka Buat Arif B Prasetya, W Hariyanto, Fachrudin Nasrullah, Rahmat Giryadi) S. Jai *) http://ahmad-sujai.blogspot.com/ HAMPIR pasti tiada suatu negeri tanpa bayang-bayang penguasa. Fatalnya hal serupa terjadi pada negeri sastra—tempat berdiam puisi, prosa atau drama. Ini yang tertangkap dari sebalik ulasan kritikus sastra Arif Bagus Prasetyo tentang “Jawa Timur Negeri Puisi,” Jawa Pos 25 [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on August 10, 2010
Mentertawakan Kemiskinan S. Jai *) http://ahmad-sujai.blogspot.com/ TERTAWA sebetulnya adalah peristiwa teater. Sekalipun tertawa itu klise. Sementara peristiwa teater senantiasa menolak hal-hal yang bersifat klise. Karena tertawa berdasarkan temuan ilmu kesehatan dan psikologi mutakhir membuat manusia itu sehat. Sebagaimana pula tugas kesenian, teater adalah menemukan manusia sebagaimana keutuhannya, juga kesehatannya.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on June 15, 2010
S. Jai [Suara Merdeka,13Juni2010] “CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.” “Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua itu yang berbaik hati itu pun memulai kisahnya. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula keinginannya untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. Waktu umurnya nyaris tutup, [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on June 1, 2010
S. Jai*) http://ahmad-sujai.blogspot.com/ EMPAT aktor—seorang diantaranya perempuan—di atas panggung memitoskan sebentuk orang-orangan yang mengenakan sarung dan raut wajah tertutup topeng warna putih. Pada leher sebatang manusia yang digantung di ujung bambu persis di tengah panggung itu juga menjuntai selendang putih bersih. Empat aktor itu khidmad memuja yang dilanjutkan dengan menyeka kulit tubuhnya sendiri dengan air, [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on April 1, 2010
Judul Buku : Serimpi: Sebuah Dedikasi untuk Perempuan Penulis : Rohana Handaningrum Penerbit : Jaring Pena Cetakan : Pertama, Januari 2010 Tebal : 138 halaman Peresensi : S. Jai http://www.surabayapost.co.id/ Perjuangan keras manusia demi pengutuhan diri dalam sejarah umat manusia tak kunjung usai.
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on March 15, 2010
Tembakau sebagai Penawar Ketidakadilan S. Jai* http://ahmad-sujai.blogspot.com/ DOKUMENTARI dengan penekanan sudut pandang humanis (feature) seringkali dianggap sebagai kegagalan film dokumenter. Lalu mengapa saya justru tergelitik menawarkan feature? Salah satunya saya berhasrat menggarap estetika yang tak sepenuhnya feature tetapi juga tanpa meninggalkan esensi dokumenternya yaitu fakta, data, tulisan, artefak demi mempertahankan objektivitas pesan. Film Pita Buta [...]
Filed under: Esai