Resensi Novel Herman Hesse, Peraih Nobel Sastra 1946:

“Steppenwolf; anak kandung Renaisance yang dilahirkan dengan dilema”
Sabiq Carebesth
http://sabiq-carebesth.blogspot.com/

—…ia adalah Serigala padang rumput, maka walau ia liar, ia tidak buas, bahkan penyendiri dan sangat pemalu; tinggal di sebuah loteng, ditemani dua koper dan sebuah lemari besar penuh buku.Yang pasti cerita tentang Steppenwolf menggambarkan sebuah penyakit dan krisis—tetapi tidak satu pun yang mengarah pada kematian dan kehancuran, justeru sebaliknya: pada penyembuhan. Continue reading “Resensi Novel Herman Hesse, Peraih Nobel Sastra 1946:”