Sajak-Sajak Ari Pahala Hutabarat

lampungpost.com

Bob Dylan

1.
Lelaki berkacamata malam dan berambut rimbun abu awan itu memandang lukisan laut di ruang pamer di tengah kota New York itu—tak ada tepi pada laut ini. Aku akan menambahkannya. Memberinya garis kemerahan di tiga perempat atasnya. Dan akan kutambahkan warna biru sedikit. Biar harapan sekaligus ketakutanku kepada manusia bisa kaulihat. Tanpa sepengetahuan satpam ia menurunkan lukisan itu dan menggoreskan tak hanya garis, tapi juga camar dan uap-uap air yang bergerak ke langit diangkut panas. Continue reading “Sajak-Sajak Ari Pahala Hutabarat”

Sajak-Sajak Agus Kindi

http://www.lampungpost.com/
Pemanggil Embun

rupanya embun masih sudi menyuntingku pagi hari, bukan sebagai kelopak yang baru tumbuh bukan untuk tubuh yang baru bergegas berpacu.
sebab kabut masih menyimpan baik detak waktu dan hujan sesekali datang pada tubir jendela
mungkin entah ada batasnya saat kusampaikan beningnya dengan air mata yang mengisak dalam malam suyi sendiri saat terjaga Continue reading “Sajak-Sajak Agus Kindi”

Bahasa »