http://www.lampungpost.com/
Asinmu Lautan
kubawakan segenggam asin saat kau pinta putih
sebab garam tak pernah beku dalam matamu
tapi kau terlalu laut cintaku,
memilih menjajar batu karang di pinggir samudera itu
berharap kokoh dan sekuat ombak yang menerjangmu kelak
betapa riang hamparan pasir di laut sini, tak menampik
gelombang sehempasan pun riak sepercikan
bentang hari berucap lirih pada sampan: Continue reading “Sajak-Sajak Misbahus Surur”
