Bahasa Ilmiah

Seno Gumira Ajidarma *
Majalah Tempo, 30 Agu 2010

SAAT mengikuti penjelasan seorang dosen tentang bahasa ilmiah, beliau memberi contoh bahwa tidak dibenarkan menuliskan kalimat seperti berikut: “Menurut pendapat gue….”

Hehe. Waktu itu semua mahasiswa tertawa. Namun saya sempat berpikir, bagaimana kalau kita tidak hidup di Republik Indonesia, tetapi di Republik Betawi? Benarkah bahasa Betawi masih tidak layak dan tidak sahih menjadi bahasa ilmiah? Continue reading “Bahasa Ilmiah”

Korupsi Tanpa Koruptor

Seno Gumira Ajidarma *
Majalah Tempo, 15 Mei 2017

Semenjak Komisi Pemberantasan Korupsi dibentuk pada 2003, kata “korupsi” dan “koruptor” semakin merasuk ke kosakata perbincangan, dengan nada lebih optimistis dibanding komisi-komisi sejenis semasa Orde Baru. Perbedaannya memang jelas, pada masa Orde Baru pembentukan komisi semacam itu hanyalah manuver dari rezim korup, semacam kosmetik kepantasan dalam struktur pemerintahan. Lima tahun setelah Reformasi 1998, pembentukan KPK yang dilengkapi sarana mencukupi untuk kerja investigasi, dengan hasil konkret dari saat ke saat, menghapus sinisme dan skeptisisme yang barangkali sempat muncul. Continue reading “Korupsi Tanpa Koruptor”

Pekerja Seks Komersial

Seno Gumira Ajidarma *
Majalah Tempo, 20 Jan 2014

Ketika membaca judul cerpen Putu Wijaya yang berbunyi “Pelacur” (1980), saya sudah siap mengikuti kisah tentang perempuan yang menyewakan tubuhnya. Kesiapan itu berhubungan dengan pemahaman berdasarkan dua momentum.

Pertama, sewaktu saya masih duduk di bangku SMA Santo Thomas, Yogyakarta, pada 1976, guru bahasa Indonesia di kelas agak gelisah karena saya tanyakan asal kata “pelacur”. Continue reading “Pekerja Seks Komersial”

Mata Hari dan Matahari

Seno Gumira Ajidarma *
Majalah Tempo, 27 Feb 2017

Saya bukan penggemar Paulo Coelho, jadi sempat cuek saja melihat The Spy (2016) terpampang di gerai buku-buku impor di bandar udara. Namun, karena selalu tertarik membaca soal spionase, pada penerbangan berikutnya saya mencari buku itu, dan ternyata habis. Setiap kali menjelang keberangkatan, saya tengok gerai buku-buku impor di bandara mana pun, The Spy tidak terlihat lagi. Artinya, ada percetakan entah di mana sibuk mengejar target. Continue reading “Mata Hari dan Matahari”