Tag Archives: Sihar Ramses Simatupang

Indonesia, Puisi, dan Teks Sejarah

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Bangsa yang kehilangan teks sejarah dan puisinya tak lepas dari kondisi warga negara yang saat ini kehilangan nurani dan akal sehatnya.

Teks sejarah dan puisi sangat paralel dengan nurani serta akal sehat. Ketika masyarakat kerajaan dan tiap suku di daerah mengalami tekanan penjajahan oleh Belanda, sikap kebersamaan untuk menyatukannya sangatlah diperlukan.

Radhar Panca Dahana: Ada Masalah dalam Pola Relasi Kesenian Kita!

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Teaterikalisasi puisi dari buku antologi karya penyair Radhar Panca Dahana yang berjudul Lalu Batu kemarin digulirkan Teater Kosong di Gedung Kesenian Jakarta 10-11 April. Para aktor menyajikan pertunjukan yang ekspresif. Padahal, improvisasi bahasa puisi yang menjadi ?bahasa milik aktor? bukan pekerjaan yang mudah.

Saat Rombongan Seniman Masuk Kampung

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Sebuah kampung, komunitas sastra, dengan ?kepala suku?-nya Gola Gong yang pernah dikenal dengan novel remaja Balada Si Roy, merupakan komunitas yang aktif dalam hal pustaka dan regenerasi penulis.

Pustakaloka Rumah Dunia (PRD) yang bermarkas di Serang Banten saat ini sedang mengagendakan jadwal kesenian rutin, khususnya kesusastraan. Agenda untuk mengundang para seniman sebagai pembicara merupakan langkah lain dari Gola Gong cs.

Filosofi Cinta Rabi’ah Al Adawiyah di Panggung Teater

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id

Selama ini kita lebih mengenal sajak-sajak cinta karya Khalil Gibran dan May Ziadah. Padahal, dalam kesusasteraan Indonesia dari abad ke-16, ada nama Hamzah Fansuri dan Rabiah Al Adawiyah yang karyanya tak kalah besar. Di Gedung Kesenian Jakarta, Sabtu (27/12), kumpulan sajak karya Rabiah yang berjudul Love Undererasure (Cinta di Bawah Karet Penghapus) akan dibacakan.

Diproduksi Teater Kail, pementasan akan dilakukan oleh para tokoh dari beragam latar belakang dimensi seni antara lain Dewi Yull, Jajang C. Noer, Ria Irawan, Riza Pahlawan, Jose Rizal Manua, Nani Tanjung.

Masa Depan Bangsa di Mata Budayawan

Antara Pesimisme, Harapan, dan Tindakan

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Refleksi dan perenungan tentang kemerdekaan buat masa depan bangsa ini memang sangat kompleks. Fenomena ini ditangkap oleh para budayawan antara lain Ajip Rosidi, Franz Magnis Suseno, Pramoedya Ananta Toer dan Sapardi Djoko Damono yang ditemui oleh SH dalam sebuah perbincangan yang terpisah.