Fenomena Komunitas Sastra: Dari Pengunjung Stasiun Senen sampai “Warung” Bulungan

Sihar Ramses Simatupang
__Sinar Harapan, 28 Feb 2009

Di areal lapangan yang menghubungkan antara Stasiun Senen dan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, di tengah penumpang kereta api yang ingin pulang dan pergi, di antara pedagang kaki lima, pengamen dan pengemis kota Jakarta, diskusi bertajuk “Sepilihan Puisi Penyair” karya Giyanto Subagio-Kongkow Sastra Planet Senen-Labo Sastra” ini pun digelar. Tepatnya di Plaza Depan Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, Jalan Stasiun Senen Nomor 1, Senin (23/2). Pembicaranya penyair Dharmadi dan sastrawan juga pengamat budaya Mustafa Ismail. Continue reading “Fenomena Komunitas Sastra: Dari Pengunjung Stasiun Senen sampai “Warung” Bulungan”

Balada “Penyair Karosta” di Negeri Korup

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id

Bulan April, 38 tahun silam, di Ketanggungan Wetan NJ VI No 165 Yogyakarta, para aktor Bengkel Teater sedang berkumpul, mengelilingi seorang seniman muda. Si seniman kelahiran Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935, itu pun berbaring menerawang. Kawan-kawannya berkumpul di sekelilingnya, berusaha menulis apa yang dia dikte dan ucapkan. Continue reading “Balada “Penyair Karosta” di Negeri Korup”

Indonesia, Puisi, dan Teks Sejarah

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Bangsa yang kehilangan teks sejarah dan puisinya tak lepas dari kondisi warga negara yang saat ini kehilangan nurani dan akal sehatnya.

Teks sejarah dan puisi sangat paralel dengan nurani serta akal sehat. Ketika masyarakat kerajaan dan tiap suku di daerah mengalami tekanan penjajahan oleh Belanda, sikap kebersamaan untuk menyatukannya sangatlah diperlukan. Continue reading “Indonesia, Puisi, dan Teks Sejarah”

Radhar Panca Dahana: Ada Masalah dalam Pola Relasi Kesenian Kita!

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Teaterikalisasi puisi dari buku antologi karya penyair Radhar Panca Dahana yang berjudul Lalu Batu kemarin digulirkan Teater Kosong di Gedung Kesenian Jakarta 10-11 April. Para aktor menyajikan pertunjukan yang ekspresif. Padahal, improvisasi bahasa puisi yang menjadi ?bahasa milik aktor? bukan pekerjaan yang mudah. Continue reading “Radhar Panca Dahana: Ada Masalah dalam Pola Relasi Kesenian Kita!”