Selilit Penjara Suci

Siti Sa’adah
Koran Radar Mojokerto

Sinar matahari porak-porandakan kesejukan hari, terasa gerah, padahal sedang dikamar pondok, bagaimana kalau di dalam ruang kelasku yang sempit itu? Untuk tiga hari kedepan sekolahku memang pulang lebih awal, yaitu saat berl istirahat, karena setelah istirahat di pakai anak kelas tiga untuk try out, bulan-bulan ini kakak kelas tiga tampangnya seperti berubah, gak banyak omong. Tambah rajin beribadah, mereka tidak mau atau lebih tepatnya istirahat untuk begejekan, ngerumpi di tengah-tengah jam belajar, ah, UAN punya kekuatan magic untuk merubah perilaku orang yang biasa meremehkan waktu menjadi menghargainya. Continue reading “Selilit Penjara Suci”

GADIS YANG MENIKAM MIMPI

Siti Sa’adah
Bulletin Hiesteria

Kini perjalananku kepadamu begitu jauh. Belum pula pasti sampai. Hatiku berontak : ini tak ada guna! Tapi nafsu bisikkan mau yang tak peduli keberadaanku. Tertegun di ambang. Kekuatanku meriang. Berjuang aku luruskan arah yang acap kali berbelok semuanya. Peluh hanya nista merembes dari sakitku saat kau bungkam saja. Aku tak ingin lama bergayut pada mimpi yang enggan nyata. Continue reading “GADIS YANG MENIKAM MIMPI”

BUKAN FATIMAH PUTRI NABI

Siti Sa’adah

Bapak tidak pernah mengancang-ancangkan jika kita mencuri maka dia akan memotong tangan kita, apalagi untuk tanganmu yang indah mulus seperti gagang cangkul itu. Jikapun pernah, aku tidak akan mencuri kak. Bukan karena takut bendo ayah yang selalu dia bawa untuk menebang rumpun bambu untuk dianyam, bukan pula karena takut tanganku di potong polisi, toh tidak ada hukum potong tangan bagi pencuri di negara ini, namun karena aku takut kepada yang menciptakan tangan ini, aku takut benar. Sabda nabi bahwa dia akan memotong tangan putri tercintanya Fatimah jika mencuri, terus menggenang dalam ingatanku. Pernah terbersit untuk memiliki barang orang lain yang kusukai, tapi langsung terbayang olehku pemiliknya kecewa dan jelas aku mendzoliminya. Continue reading “BUKAN FATIMAH PUTRI NABI”

LAKNAT PEREMPUAN KEPADA BUNGA-BUNGA

Siti Sa’adah

Aku faham benar kapan aku mulai membenci bunga, bukan sekedar muak, tapi setiap bersinggungan, tersentuh, melihat terlalu dekat kepalaku terasa berat dan ingin aku muntah sebagai ungkapan penolkan. Bunga apapun itu, yang bisa memancing keindahan, karena keindahan tak bertaut berkali-kali bersamaku melalui bunga. Untuk menceritakan ini aku harus menahan mual yang ingin meledak. Tapi ku tahan kuat-kuat, sebelum kau mengerti kehancuranku bersama bunga. Continue reading “LAKNAT PEREMPUAN KEPADA BUNGA-BUNGA”

KOMA; KEGELISAHAN DALAM PESANTREN

Siti Sa’adah *

Tidak ada tindakan nyata lahir dari pikiran kosong, karena lelaku mengusung semangatnya sendiri. Begitulah Pekan Tadarus Sastra yang digagas oleh Komunitas Pena (KOMA) dari ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

KOMA lahir pada 14 Februari 2007 dari kegelisahan para santri mengenai kepenulisan di pondok serta dorongan membentuk wadah untuk menyalurkan kreatifitas di lingkungan pondok. Saat itu sekitar tujuh santri putra yang bergerak, biasanya nongkrong ngopi bersama sambil diskusi serta saling memotivasi untuk berkarya. Continue reading “KOMA; KEGELISAHAN DALAM PESANTREN”

Bahasa ยป