Peluncuran Antologi ‘Aku Ingin Mengirim Hujan’: Merekonstruksi Personalitas Puisi

Sony Wibisono
Suara Merdeka, 22 Juli 2008

SEBUAH sajak bisa saja menjadi sebuah karya yang sangat personal. Hal itu sah dan manusiawi. Namun ternyata banyak penulis yang tidak menyadari proses tersebut. Banyak yang beranggapan karyanya tidak layak dibaca orang karena merasa bukan penyair. Padahal tidak ada lembaga yang mengangkat orang menjadi penyair. Continue reading “Peluncuran Antologi ‘Aku Ingin Mengirim Hujan’: Merekonstruksi Personalitas Puisi”