Cermin Bagi Provinsi Pusat Industri Otak

Suryadi*
Padang Ekspres, 28 Des 2008

SEJARAH mencatat bahwa masyarakat Minangkabau adalah etnis yang sangat responsif terhadap kebijakan pendidikan dan politik Belanda di zaman kolonial. Asal-usul Elite Minangkabau Modern memberi kupasan mendalam tentang reaksi masyarakat Minangkabau terhadap sistem pendidikan Barat yang diperkenalkan Belanda di daerah ini sejak pertengahan abad ke-19. Continue reading “Cermin Bagi Provinsi Pusat Industri Otak”

Safrita Heyu Anggreani, Mbok Jamu di Film Jeu?e

Suryadi
http://blog.harian-aceh.com/

Dunia Perfileman Aceh diramaikan oleh talenta muda aceh. Safrita Hegu Anggrea, dara cantik asal Aceh Besar ini mampu membuat ramuan baru di dunia entertaiment Aceh. Film Jeu?e, sebuah film komedi Aceh yang diramu dengan percintaan anak muda yang menuntut Safira perankan akting sebagai mbok jamu. Yah, seorang gadis kampung yang cantik setiap hari menjual jamu dengan mengelilingi kampungnya. Continue reading “Safrita Heyu Anggreani, Mbok Jamu di Film Jeu?e”

Kekristenan dalam Kesusastraan Indonesia

Suryadi
cetak.kompas.com

Ada dua unsur yang menjadi sumber “energi” penggerak alur cerita yang hampir tidak terlalu sulit menelisik jejaknya dalam teks sastra Indonesia. Yang pertama adalah unsur kesukubangsaan (dimensi etnisitas) dan yang kedua adalah unsur keagamaan (dimensi religiositas). Representasi kedua unsur ini dalam karya-karya sastra Indonesia, dalam kadar yang berbeda-beda, hampir selalu dapat dirasakan. Continue reading “Kekristenan dalam Kesusastraan Indonesia”

Menelisik Karya Abdullah Munsyi

Suryadi
http://cetak.kompas.com/

Amin Sweeney mungkin sebuah contoh radikal manusia diaspora. Pria berkulit putih ini adalah seorang keturunan Irlandia yang memutuskan ?masuk Melayu? secara kafah sejak tahun 1958 lantaran jatuh cinta kepada kesusastraan Melayu.

Pilihan itu kemudian mengantarkannya menjadi seorang akademikus terkemuka di bidangnya, tidak saja karena ia telah menghasilkan banyak karya ilmiah mengenai kesusastraan Melayu, tetapi juga karena ia mempunyai penciuman yang terkenal tajam dalam mengendus aroma kolonialisme dan Eropa sentrisme dalam sejarah studi sastra dan bahasa Melayu. Continue reading “Menelisik Karya Abdullah Munsyi”

Bahasa ยป