BELAJAR MENULIS DARI ISBEDY STIAWAN ZS

Sutejo
Ponorogo Pos

Nama penyair Lampung ini tampaknya tidak seakrab nama sastrawan kita macam Taufik Ismail, Sapardi Djoko Damono, WS Rendra, Hamid Jabbar, Sutardji Calzoum Bahri, Wiji Thukul, dan lain sebagainya. Meskipun begitu dalam Isbedy adalah sastrawan yang tidak perlu lagi dipertanyakan komitmen dan eksistensinya dalam dunia kepenyairan (belakangan juga memasuki dunia cerpenis). Ada beberapa hal menarik dari pengakuannya. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI ISBEDY STIAWAN ZS”

MENGUAK JENDELA KEPENULISAN DJENAR MAESA AYU

Sutejo
Ponorogo Pos

Djenar Maesa Ayu, adalah sastrawan perempuan mutakhir yang tidak pernah ambil pusing dengan berbagai sebutan. Sebutan yang mengganggu sebagian perempuan itu adalah sastrawangi. Dalam Prosa4, 2004) terungkap bagaimana sisip-sisi proses kreatifnya yang menarik untuk dikritisi sebagai cermin ajar. Beberapa karyanya telah dimuat di beberapa surat kabar dan majalah seperti: Kompas, Media Indonesia, Republika, Lampung Post, Horison, dan Majalah A+. Continue reading “MENGUAK JENDELA KEPENULISAN DJENAR MAESA AYU”

BELAJAR MENULIS DARI EKA KURNIAWAN

Sutejo
Ponorogo Pos

Dalam gagas utama MataBaca, edisi September 2005 (hal. 10-11), salah satu penulis muda produktif dan banyak mengolah cerpen yang berangkat dari obsesi tertentu, rajin membuat catatan perjalanan atau penelitian sederhana. Pengarang ini adalah Eka Kurniawan. Di samping itu dia berpesan kepada kita begini (a) menulislah tentang hal apa saja yang kau ketahui dan (b) naskah yang ditolak dapat kita otak atik lagi, diedit lagi, kemudian dikirimkan ke media yang lain. Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI EKA KURNIAWAN”

Bahasa ยป