FLP, Sastra Islam, dan Seni Tinggi

Topik Mulyana*
Pikiran Rakyat, 15 Des 2007

SESEORANG yang berada di sebuah menara, apalagi menara gading, akan melihat segala sesuatu di bawahnya dengan lebih leluasa. Ia dapat melihatnya dari sudut ke sudut, dari titik ke titik, dalam waktu singkat. Akibatnya, ia akan memiliki pandangan-pandangan idealistis untuk melihat segala sesuatu yang berada di bawahnya. Pun demikian dengan dunia kesusastraan. Continue reading “FLP, Sastra Islam, dan Seni Tinggi”

FLP, Kritik, dan Gerakan Literasi

Topik Mulyana
http://pr.qiandra.net.id/

Pada Februari 2005, Musyawarah Nasional I Forum Lingkar Pena (FLP) diselenggarakan di Kaliurang, Yogyakarta. Para peserta datang dari Aceh hingga Ternate. Hal terpenting dari Munas tersebut adalah terjadinya pergantian ketua umum. Bagi FLP, pergantian ini merupakan peristiwa penting, karena warna FLP diprediksikan akan berubah drastis. Hal ini mengingat ketua umum terganti Helvy Tiana Rosa (HTR), adalah patron sekaligus brand image yang begitu kuat bagi FLP. HTR adalah FLP, FLP adalah HTR. Sementara, ketua umum pengganti M. Irfan Hidayatullah (FLP Jabar), tidaklah demikian. Continue reading “FLP, Kritik, dan Gerakan Literasi”