Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian II)

II. Mitos Dewi Sri
Tulus S *

Budaya tradisi bercocok tanam padi di atas adalah sebuah simbol kebudayaan masyarakat Jawa yang memuliakan Dewi Sri sebagai dewanya padi. Mitos Dewi Sri ataupun budaya tanam padi seperti di atas termasuk budaya lisan yang patut dihargai dan dilestarikan. Pada hakikatnya nenek moyang kita telah mengenal dan mempunyai bentuk penghargaan terhadap “pangan”. Kearifan lokal nenek moyang itu salah satunya tertuang dalam mitos tentang Dewi Sri. Continue reading “Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian II)”

Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian III)

III. Peralatan Tradisi Pertanian
Tulus S

Alat-alat pertanian tidak lepas dari budaya manusia terutama masyarakat pedesaan. Masyarakat Jawa boleh dikatakan apapun yang dilakukan baik berupa bahasa, adat, nyanyian di dalamnya penuh simbol-simbol yang tersembunyi. Begitu juga alat-alat tradisi pertanian yang sekarang sudah jarang/tidak lagi dipakai oleh masyarakat petani. Era globalisasi sedikit banyak telah merubah tradisi tersebut yang katanya lebih menuju pada ke-modernisasi-an. Continue reading “Budaya Tradisi dalam Sistem Mata Pencaharian (bagian III)”

Kearifan Budaya Tradisi (Bagian II, Nilai-Nilai Kearifan Lokal)

Tulus S *

B. Nilai-Nilai Kearifan Lokal

Istilah “kearifan lokal” itu terjemahan dari “local genius” dengan arti “kemampuan kebudayaan setempat dalam menghadapi pengaruh kebudayaan asing pada waktu kedua kebudayaan tersebut berhubungan (Rosidi, 2010:1).

Pendapat lain dari Ahimsa-Putra (t.t.:5) mendefinisikan kearifan lokal sebagai berikut. perangkat pengetahuan dan praktek-praktek pada suatu komunitas, baik yang berasal dari generasi-generasi sebelumnya maupun dari pengalamanya berhubungan dengan lingkungan dan masyarakat lainnya untuk menyelesaikan secara baik dan benar persoalan dan/atau kesulitan yang dihadapi, yang memiliki kekuatan seperti hukum maupun tidak. Continue reading “Kearifan Budaya Tradisi (Bagian II, Nilai-Nilai Kearifan Lokal)”

Kearifan Budaya Tradisi (Bagian I, Folklor dalam Masyarakat Jawa)

Tulus S *

Sebuah kenyataan bahwa pengertian kebudayaan beragam dan masing-masing belum tentu bisa diterima semua pihak sehingga setiap orang kadang bisa memberikan makna menurut selera masing masing. Namun demikian sebenarnya sangat mudah menemukan benang merah yang menghubungkan kebudayaan dalam arti luas, kebudayaan nasional dan kebudyaan Jawa. Ketiganya memiliki status dan role yang berbeda, relative tidak bertentangan tetapi justru saling memberi konstribusi dalam pembangunan karakter bangsa. Continue reading “Kearifan Budaya Tradisi (Bagian I, Folklor dalam Masyarakat Jawa)”