9 Pertanyaan untuk Koh Young-Hun

: Masyarakat Korea Semakin Berminat pada Indonesia

Ika Karlina Idris
jurnalnasional, 25 Juli 2007

NAMA Prof Koh Young-Hun mungkin masih asing di telinga kita. Maklum saja, ia pakar Bahasa Indonesia dari Korea. Sedangkan Bahasa Korea hingga saat ini belum popular di Indonesia. Kunjungannya di Indonesia kali ini dalam rangka Seminar Internasional Sutardji Calzoum Bachri. Continue reading “9 Pertanyaan untuk Koh Young-Hun”

Helvy Tiana Rosa SAAT BERI PELATIHAN, SUARA MORTIR MENGGELEGAR

http://nostalgia.tabloidnova.com/

Perempuan kelahiran Medan 2 April 1970 ini membuat kelompok yang mencetak kader penulis lewat Forum Lingkar Pena. Berkat kerja kerasnya, FLP sudah ada di 30 provinsi di Indonesia, bahkan di beberapa negara tetangga. Yang luar biasa, sudah 5.000 orang jadi anggota dan 750 di antaranya berhasil menjadi penulis. Selain itu, karya sastra ketua umum FLP ini juga sudah mendunia. Continue reading “Helvy Tiana Rosa SAAT BERI PELATIHAN, SUARA MORTIR MENGGELEGAR”

Wawancara Asrul Sani: “Angkatan 45 Membebaskan Bahasa Indonesia”

Dwi Arjanto, Hermien Y. Kleden
Majalah Tempo, 8 Nov 1999

TIDAK mudah menampilkan sosok Asrul Sani, penyair, sutradara, dan penulis skenario yang oleh orang film kini dianggap legenda. Asrul juga dokter hewan lulusan Institut Pertanian Bogor dan pernah menjadi anggota DPR selama tiga masa jabatan. Pengetahuannya sebagai dokter hewan hampir tidak dipraktekkan. Namun, selaku sastrawan dan seniman film, Asrul Sani tak pernah berhenti berkarya. Continue reading “Wawancara Asrul Sani: “Angkatan 45 Membebaskan Bahasa Indonesia””

WIRATMO SOEKITO: INI BUKAN MANIFES KEBUDAYAAN II

Suryansyah

[Wawancara yang dilakukan Majalah TIRAS (1 Juni 1995, Hal 45-50) dengan Wiratmo Soekito, Konseptor Manifes Kebudayaan 31 tahun lalu. Ia menentang pernyataan Mei 1995].

Telah lahir sebuah pernyataan, namanya “Pernyataan Mei”. Inilah pernyataan sikap sejumlah budayawan terhadap berbagai bentuk pelarangan dalam kemerdekaan mencipta. Diproklamasikan tanggal 8 Mei lalu bertepatan dengan 31 tahun dilarangnya Manifes Kebudayaan (Manikebu) oleh Presiden Soekarno “Pernyataan Mei” serta merta mendapat sambutan, baik pro maupun kontra. Continue reading “WIRATMO SOEKITO: INI BUKAN MANIFES KEBUDAYAAN II”

Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi

Ditulis ulang: Leila S. Chudori
tempointeraktif.com

Dalam usia 70 tahun pekan lalu, wartawan sejak sebelum perang ini mengenang banyak hal. Dari “zaman keemasan pers Indonesia”, hubungannya dengan Bung Karno, sampai bagaimana menjaga semangat dalam sel penjara.

Dialah wartawan Indonesia yang banyak memperoleh penghargaan internasional. Antara lain Hadiah Ramon Magsaysay dari Filipina, dan Pena Emas dari Federasi Pemimpin Redaksi Sedunia. Sastrawan yang juga banyak meraih hadiah ini, yang mendirikan majalah sastra Horison, dan salah seorang anggota Akademi Jakarta ini bertutur tentang semua itu kepada Leila S. Chudori. Continue reading “Mochtar Lubis: Pahlawan Saya Mahatma Gandhi”

Bahasa ยป