Protes Sang Pendita

Wayan Supartha
http://www.balipost.co.id/

SEPERTI biasa, ruang pengadilan di alam baka, hari ini penuh sesak. Tiap detik, ribuan atma antre diadili, sebelum menghuni sorga atau neraka. Jumlah dosa mereka ditimbang-timbang dengan perbuatan baiknya. Jika lebih banyak dosa ketimbang baiknya, maka ia berhak menghuni sorga terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia dijebloskan ke neraka, mungkin ratusan atau ribuan tahun sampai ia menjelma kembali ke alam fana. Continue reading “Protes Sang Pendita”

Memahami Teknis Menulis yang Tepat

Judul : Teknik Menulis Artikel Opini
Penyusun : Wayan Windia & Jiwa Atmaja
Tebal : xvii + 168 halaman
Penerbit : Udayana University Press 2010
Peresensi : Wayan Supartha
http://www.balipost.co.id/

APAKAH Mangku Pastika Dapat Dipercaya? Kalimat dengan nada bertanya itu adalah judul salah satu artikel yang dimuat pada halaman 79 buku ini. Artikel itu memperbincangkan sosok Mangku Pastika yang mengundang pro dan kontra. Untuk jelasnya, artikel itu ada baiknya dikutip sebagai berikut. Continue reading “Memahami Teknis Menulis yang Tepat”

Dolar Dalam Amplop Coklat

Wayan Supartha
http://www.balipost.co.id/

Tengah malam, Made Darmi mengigau, ”Beli… beli tak usah jujur.” Seraya menggeliat gelisah, igauannya itu dilanjutkannya. ”Sekarang zaman Kaliyuga. Mana ada orang jujur. Presiden saja bisa berkuasa tigapuluh tahun lebih dan menilep uang rakyat bertahun-tahun. Banyak pejabat yang menilep uang rakyat bermilyar-milyar. Kok kita rakyat kecil tak boleh?”

LANTARAN hanya mengigau, Gede Arka tak bernafsu mendengarkannya. Malam ini, ia sangat capek. Ia ingin cepat-cepat tidur lelap, agar bisa bangun pagi keesokan harinya. Continue reading “Dolar Dalam Amplop Coklat”

Mengenang Tuhan Lewat Wayang

Wayan Supartha
http://www.balipost.co.id/

Sudamala, etos kerja dan namasmaranam, paling tidak itulah makna yang dapat dipetik dalam pementasan wayang kulit tradisi duta Gianyar, yang tampil di wantilan Taman Budaya, 15 Juni lalu. Sanggar Suara Murti yang menampilkan dalang I Made Juanda dari Sukawati Gianyar itu menyuguhkan lakon Katundung Hanoman.

Pertunjukan yang berdurasi sekitar 150 menit itu diawali dengan pertemuan Rama, Laksmana dan Sugriwa. Dalam pertemuan itu, Rama mengatakan bahwa Hanoman menolak hadiah sebagai balas jasa ikut memerangi Rahwana. Continue reading “Mengenang Tuhan Lewat Wayang”

Mengenal Surga dan Neraka

Judul : Petunjuk Untuk Yang Ragu
Pengarang : Ngakan Made Madrasuta
Tebal : xii + 281 halaman
Penerbit : Media Hindu
Peresensi : Wayan Supartha
http://www.balipost.com/

SAAT ini, mungkin ada sejumlah orang berpendapat bahwa agama Hindu adalah agama yang tidak jelas. Banyak pula yang mengatakan Hindu tidak bisa menjawab pertanyaan atau persoalan lebih-lebih persoalan terkini. Apa beda adat dan agama? Apakah pada hari ngerupuk harus mengusir Butha Kala? Betulkah pada hari Saraswati tidak boleh membaca? Continue reading “Mengenal Surga dan Neraka”