Sastra NTT Tak Pernah Mati

(Catatan untuk Gusty Fahik)
Yoseph Lagadoni Herin
Pos Kupang, 6 Jan 2009

TATKALA membaca tulisan Gusty Fahik di harian ini (PK, 17/12/2008) bertajuk “Membangkitkan Sastra NTT (Kado Prematur Buat NTT di Usia Emasnya)”, saya teringat Laurens Olanama. Pesan yang dikumandangkan Gusty Fahik, dalam nada yang sama pernah disampaikan Olanama dalam sebuah artikelnya awal tahun ini, di sebuah media lokal. Continue reading “Sastra NTT Tak Pernah Mati”