Mengenang Soeharto dalam Cerpen Indonesia

A. Qorib Hidayatullah
http://www.indonimut.blogspot.com/

Haji Muhammad Soeharto telah berpulang selamanya, menghadap keharibaan Tuhan Yang Mana Esa. Minggu, 27 Januari 2008 jam 13.10 WIB adalah hembusan nafas terakhir mantan Presiden kedua RI itu meninggalkan seluruh rakyat bumiputra. Kala resonansi medis berhenti, tak bergetar lagi, pertanda nyawa hengkang dari jasad manusia. Tak satupun relikui kehidupan dibawanya menuju liang lahat, tempat persemayaman terakhir. Continue reading “Mengenang Soeharto dalam Cerpen Indonesia”

Pita Merah

A. Rodhi Murtadho *

Pita merah melekat erat di kepang rambut. Tertali rapi disengaja. Menambah kesan hati. Tertarik, imut merayap. Menitip segala yang mengguncang hati. Adat meratap tak bertuan. Hanya menyalahkan. Tak tertahan degup jantung. Mencuat menadakan rasa dari pandang. Menggeliatkan seluruh asa yang memekakkan. Hanya harap bertambah cemas terus melayang. Tak juga mengguncang karena dia belum juga datang. Hanya bisa menjadi selayang pandang berdendang. Pada setiap kehidupan. Continue reading “Pita Merah”

Geliat Sastra Melayu di Penyengat

Maryati
suarakarya-online.com

Pada awal abad ke-19 kesenian dan budaya Melayu berkembang pesat di Pulau Penyengat, daratan kaya bauksit seluas 240 hektare yang terletak di seberang di bagian Barat Pulau Bintan, Riau.

Ketika itu kegiatan tulis menulis dipandang sebagai pekerjaan mulia yang bisa dilakukan oleh siapa saja sehingga sastra Melayu berkembang pesat dan buku-buku banyak diterbitkan. Continue reading “Geliat Sastra Melayu di Penyengat”

Din

AS. Sumbawi

Perkenalanku dengan Din berlangsung kebetulan. Malam itu, aku pergi ke warung angkringan untuk mengusir kesuntukan setelah seharian duduk di hadapan komputer. Di sana, kulihat beberapa orang teman duduk melingkar di atas tikar di bawah pohonan. Mereka tampak terlibat dalam obrolan yang mengasyikkan sembari menikmati sebatang rokok dan segelas minuman. Tentu saja, aku bergabung dengan mereka setelah mendapatkan segelas wedang jahe dari si penjual. Tak lama kemudian, salah seorang teman memperkenalkan aku dengannya. Continue reading “Din”

Bahasa ยป