Posted by PuJa on February 27, 2009
Evieta Fadjar http://www.tempointeractive.com/ Jakarta:…Aku putramu, yang kau beri nama Wisrawana dan bergelar Danapati alias Danaraja ketika memerintah Praja Lokapala menggantikanmu, tak juga mengerti, sampai di mana kasihmu kepadaku. Ingatanku masih terpatri pada tragedi hidup yang pernah kau sulut dan membakar seluruh diri dan harapanku. Sayang, segalanya bermula begitu indah…
Filed under: Canting
Posted by PuJa on February 26, 2009
Azyumardi Azra http://www.republika.co.id Apakah relevansi sufisme dengan modernitas? Mungkinkah sufisme bisa bertahan di tengah sikap kritis kalangan Muslim sendiri terhadap sufisme? Apakah sufisme dapat bertahan di tengah deru modernitas yang bertumpu pada rasionalitas dan efisiensi serta siap menggilas segala sesuatu dalam kehidupan yang tidak cocok dengan paradigma modernitas ini?
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
“Tubuhku adalah Kebudayaanku” Sjifa Amori http://jurnalnasional.com/ KITAB puisi Binhad Nurrohmat, Kuda Ranjang (2004) dan Bau Betina (2007), marak diberitakan dan dipolemikkan di media massa. Penyair muda ini punya argumen logis dan menarik untuk menjelaskan karyanya yang berakar dari konsepsi trilogi tubuh. Setelah berdiskusi mengenai karya-karya penyair Afrizal Malna beberapa waktu lalu, Binhad juga memberikan waktunya [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Komentar Pentas “Daerah Perbatasan” Teater Gapus Mashuri http://mashurii.blogspot.com/ ‘Daerah Perbatasan’ bukan terra incognita yang menyepikan kesadaran; bukan ‘perang posisi’ antara the center dan the margin dalam kerangka pemikiran Gramsci; bukan pula ‘wilayah hitam nan kosong’ tanpa entitas atau ranah-ranah tak terjangkau di bawah alam sadar manusia; ‘Daerah Perbatasan’ berada dalam pergulatan arus kesadaran antara cita-cita [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
I Nyoman Tingkat http://www.balipost.co.id/ HIDUP adalah perjuangan. Karena itu, setiap manusia yang lahir ke dunia senantiasa berjuang mempertahankan eksistensinya sesuai dengan swadarma-nya masing-masing. Dalam berjuang, mereka berharap memperoleh kemenangan. Sasaran itu secara logika sah dan secara naluriah pun tidak salah.
Filed under: Esai
1 Comment »
Posted by PuJa on
Is Faridatul Arifah http://media-jawatimur.blogspot.com/ Pagi ini, rupanya sang surya mulai menantang hidup yang selalu berselimutkan kegagalan. Di sini, di kota ini. Kota yang penuh akan tantangan dan perjuangan. Mau tak mau harus kami lalui untuk menyambung hidup. Sejak aku umur 12 tahun, ayah dan ibu sudah meninggalkan kami. Sejak itu, kami berjuang untuk hidup sendiri. [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Fati Soewandi http://www.kompas.com/ Gerimis di mula malam. Genangan-genangan kecil tumbuh di tepi jalanan yang penuh legok. Kesiur angin dingin menggoyang dedaunan angsana yang letih menadah timpahan gerimis, kian menit kian rapat mengepung geliat udara.
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Reni Lismawati http://media-jawatimur.blogspot.com/ Aku menemukan sesuatu di bola matanya. Suatu kehidupan yang mungkin tak akan pernah aku dapatkan dari bola mata siapa pun. Mata itu yang memberi aku kehangatan dalam keteduhan pandangannya saat aku benar-benar rapuh oleh hujatan-hujatan dunia. Ya Tuhan, aku tidak mau kehilangan bola mata yang teduh itu. Bola mata yang selalu membuat [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Sulaiman Tripa http://www.lampungpost.com/ DIA sendiri yang meminta dirinya dipanggil dengan Legenda saja. Pak Legenda, lengkapnya. Penarik becak yang stand by di persimpangan tugu. Ada atau tidak ada penumpang, ia tetap berdiam di sana. Biasanya memang selalu ada orang yang menggunakan jasanya dan minta diantar entah ke mana. Jangkauannya bisa mencapai dua atau tiga kilometer.
Filed under: Cerpen