Jatuh Bangun Pengarang Jawa

Sucipto Hadi Purnomo
http://www.suaramerdeka.com/

KETIKA pada tahun 1980-an Suripan Sadi Hutomo menyebut sastra Jawa sedang memasuki era sastra majalah, lantaran karya-karya yang ada hanya tersuguhkan lewat majalah, Suparto Brata pun gerah. Serasa tak pernah lelah, dia kemudian melakukan ”perlawanan”. Seraya menganggap ketergantungan pada majalah hanya akan membuat sastra Jawa menjadi sastra bonsai, dia pun mengajak banyak pihak untuk menerbitkan karya dalam bentuk buku. Tak cuma mengajak, tetapi juga jatuh-bangun mbandhani karya-kayanya. Continue reading “Jatuh Bangun Pengarang Jawa”

Andrea Hirata: Kita dalam Krisis Keteladanan

Triyanto Triwikromo
suaramerdeka.com

FILM Laskar Pelangi “yang bakal diputar secara serentak di seluruh Indonesia” 25 September diperkirakan akan ditonton jutaan penonton menyusul kesuksesan novelnya yang telah dinikmati oleh lebih dari 1 juta pembaca. Namun sungguh mengejutkan, di tengah kegemuruhan kabar indah itu, Andrea Hirata, sang novelis yang juga telah melahirkan Sang Pemimpi dan Edensor (nominator Khatulistiwa Literary Award 2007), serta Maryamah Karpov Continue reading “Andrea Hirata: Kita dalam Krisis Keteladanan”

Pengganti Kang Ajip

Iman Budhi Santosa
suaramerdeka.com

SEBAGAI orang yang ikut kemringet nguri-uri kesusastraan dan kebudayaan Jawa, saya benar-benar tidak mudheng. Mengapa gagasan memberi anugerah sastra Jawa selama ini tidak mrenthul dari kalangan orang Jawa, melainkan digagas dan direalisasikan oleh seorang Ajip Rosidi, orang Sunda yang menggeluti sastra dwibahasa (Sunda dan Indonesia) melalui anugerah Rancage. Memang, semula Hadiah Rancage hanya bagi sastra Sunda, namun akhirnya toh meluas juga, menyantuni sastra Jawa dan Bali, bahkan Lampung. Continue reading “Pengganti Kang Ajip”

Bahasa ยป