Ekspresionis Kontemporer dalam Hitam Putih

Hardono*
http://www.jawapos.com/

Tempalah besi selagi panas. Jangan menahan letupan larva gunung berapi. Ungkapan itu mungkin sesuai untuk memotret Jansen Jasein, pelukis yang kini sedang menggelar pameran kelima di galeri seni Hourse of Sampoerna Surabaya. Dalam pameran yang berlangsung 28 Januari hingga 26 Februari 2009 itu dipajang 43 karya, yang terdiri atas sketsa dan lukisan hitam putih di atas kertas atau kanvas. Continue reading “Ekspresionis Kontemporer dalam Hitam Putih”

TEATER SURABAYA DI TENGAH KRISIS PENGAMATAN

Rakhmat Giryadi

Kalau kita hitung, berapa jumlah teater nonkampus –untuk tidak menyebut profesional- di Surabaya? Kalau kita hitung-hitung tak melebihi jumlah jari tangan. Sementara yang masih eksis ‘berproses’ barangkali cuma berjumlah separuhnya. Beberapa bisa kita sebut, Teater Tobong, Teater Api Indonesia (TAI), Teater Jaguar, dan –mungkin- Bengkel Muda Surabaya, Teater Ragil. Untuk sementara kelompok-kelompok inilah yang masih memiliki greget menggairahkan perteateran di Surabaya. Bahkan mereka bisa diklaim sebagai rujukan eksistensi teater Surabaya di tingkat nasional. Continue reading “TEATER SURABAYA DI TENGAH KRISIS PENGAMATAN”

Beda tapi Santun

D. Zawawi Imron *
jawapos.com

Rabu, 4 Februari 2009, aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, Depok, dipenuhi peminat sastra. Bahkan ada hadirin yang rela berdiri. Acaranya, peluncuran buku berjudul Menggapai Impian karangan Nyai Masriyah Amva dari Cirebon. Penulis wanita ini belajar menulis ketika berumur 46 tahun. Tema yang ditulis merupakan pengalaman pribadi, dengan rasa yang dalam, maka tulisan itu menjadi menarik. Ia menulis apa adanya tanpa berupaya untuk memerindah bahasanya. Continue reading “Beda tapi Santun”

Memorabilia untuk Pramoedya Ananta Toer

Fahrudin Nasrulloh *
jawapos.com

Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan.
Duniaku bumi manusia dengan segala persoalannya (Rumah Kaca: hlm. 38)

Pada sore 6 Februari 2009 yang bergerimis ritmis, sampailah saya di Jl Sumbawa 40, Jetis, Blora. Di sepanjang perjalanan dari Jombang, saya terus terusik, apa yang membuat Pramoedya Ananta Toer tak pernah lekang dikenang dan tiada surut ditelusuri banyak orang, terutama kaum pramis dan kawula pergerakan? Continue reading “Memorabilia untuk Pramoedya Ananta Toer”

Bahasa »