Tasawuf, telaga dalam dan jernih

Abdul Hadi W.M.
http://majalah.tempointeraktif.com/

TASAWUF DALAM QURAN Oleh: Dr. Mir Valiudin Terjemahan: Tim Pustaka Firdaus Penerbit: Pustaka Firdaus, Jakarta, 1987, 151 halaman

BUKU-buku tasawuf-uraian, teks ajaran para pemukanya, puisi dan prosa sastrawan sufi yang begitu melimpah — belum banyak diterbitkan di Indonesia. Padahal, peminat tasawuf cukup banyak, di samping sudah berakar lama. Tasawuf mennyediakan telaga yang dalam lagi jernih bagi mereka yang ingin memperdalam pemahaman keagamaan. Continue reading “Tasawuf, telaga dalam dan jernih”

Sastra, Ulama, dan Pesantren

Soni Farid Maulana
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

DALAM penyebaran agama Islam di Indonesia, kedudukan seni dan budaya mempunyai peran yang cukup penting di dalamnya. Berkaitan dengan itu, tak aneh kalau para ulama zaman dulu begitu luas pengetahuannya. Ia tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu seni dan budaya. Berkaitan dengan itu, kehidupan sastra di dunia pesantren bukan merupakan barang baru. Continue reading “Sastra, Ulama, dan Pesantren”

KEBERPIHAKAN DAN NETRALITAS

Peluncuran dan Diskusi Buku Antologi Cerpen Hingga Batu Bicara Jakarta, Perpustakaan Nasional, 8 Desember 1999

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra pada hakikatnya merupakan refleksi pengalaman. Pengejawantahannya sa-ngat mungkin berdasarkan pengalaman lahiriah (sensation) atau pengalaman batiniah (re-flexion). Dalam bahasa yang lebih umum, pengalaman itu mungkin saja berdasarkan peng-alaman objektif semata-mata atau mungkin juga terpaksa harus diperkaya dengan pengalam-an imajinatif dan pengalaman intelektual. Continue reading “KEBERPIHAKAN DAN NETRALITAS”

Jassin

Goenawan Mohamad
tempointeraktif.com

KADANG-KADANG sebuah peruntungan ditentukan oleh sebuah kitab kecil. Setidaknya ada sebuah risalah yang pernah ikut berpengaruh dalam satu tahapan hidup saya.

Ketika saya berumur sekitar t8 tahun, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Fakultas Psikologi, sebuah cabang baru dari Universitas Indonesia. Bukan saya bercita-cita menjadi seorang psikolog waktu itu saya bahkan tak tahu jelas apa gerangan “psikolog” itu. Saya memilih pendidikan tinggi itu karena di sana, saya dengar, diajarkan tiga hal: psikologi, filsafat, dan sosiologi. Di fakultas lain tidak. Continue reading “Jassin”

Bahasa »