Ketika Sastra Masih Kering Di Sekolah

Ria Febrina
http://www.padangekspres.co.id/

Awal mula berkenalan dengan sastra waktu itu masih di SLTP 2 Padang tahun 2001, seorang guru bertanya tentang Buya Hamka. Tak seorang pun yang bisa menjawab, termasuk saya. Kemudian, ia menerangkan bagaimana sosok Hamka, termasuk karya-karyanya yang sangat fenomenal. Setelah belajar, saya mengingat namanya dan mencari karya beliau di perpustakaan sekolah. Saya menemukan label sastra dalam novelnya yang agak tebal, 224 halaman. Penasaran dengan cerita panjang yang ditulis oleh Hamka, saya membaca hingga tuntas buku yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Continue reading “Ketika Sastra Masih Kering Di Sekolah”

Dominasi Puisi Liris

Tito Sianipar
tempo.co.id

Lirisisme dalam sejarah perkembangan puisi Indonesia dinilai mendominasi semua ruang kreativitas, bahkan menghegemoni para penyair. Namun, tidak jarang juga para penyair muda yang keluar dari jalur utama itu dan membentuk tata bahasa sendiri di luar lirisisme.

Penyair Afrizal Malna mengatakan lirisisme bukanlah hal mutlak dalam menciptakan karya puisi. Afrizal, yang terkenal dengan gaya sastra materialisnya, menilai puisi liris telah menjadi imperium dalam dunia kesusastraan Indonesia. Continue reading “Dominasi Puisi Liris”

Seikat Puisi dari Rusia

Andari Karina Anom, Dwi Arjanto
http://majalah.tempointeraktif.com/

Inilah deretan sastrawan Rusia yang menggubah puisi tentang dunia Timur. Tema utamanya soal kehidupan, alam, dan cinta.

NUN di Rusia sana, Nikolai Gumilev menjalin kata tentang negeri yang jauh di matanya. Puisi sang penyair tentang dunia Timur nan eksotis bertebaran dalam buku Images of Nusantara in Russian Literature. Ada The Hippopotamus (After Theophile Gautier), The Childish Ditty, Laos, Kha, Allah’s Child (From a fairy-tale play). Continue reading “Seikat Puisi dari Rusia”

Filsafat Organisme dan Kearifan Ekologis

Afthonul Afif
http://www.korantempo.com/

Setiap kali musim hujan tiba, hampir bisa dipastikan bencana alam pun melanda. Banjir dan tanah longsor di beberapa daerah menjadi penanda bagi datangnya musim hujan tahun ini. Saya sepenuhnya tidak yakin bencana yang telah menjadi rutinitas tahunan itu semata-mata fenomena alam tanpa campur tangan manusia. Saya memastikan bahwa ada yang salah dalam sikap mental kita dalam berinteraksi dengan alam sekitar. Kita harus berani jujur bahwa kita tak lagi memiliki kesadaran ekologis. Continue reading “Filsafat Organisme dan Kearifan Ekologis”

Bahasa ยป