Rumah yang Hilang

Ida Ahdiah
http://www.jawapos.com/

Rumah itu kecil dua lantai, dan jauh dari keramaian. Lantai pertama terdiri dari ruang tamu, dapur, dan ruang makan. Dua kamar tidur dan kamar mandi di lantai atas. Di kanan, kiri, depan, dan belakang masih ada tanah kosong. Supermarket agak jauh. Begitu juga klinik.

Dua blok dari rumah ada taman besar, menjorok ke sungai, yang membelah pulau. Piere yang lahir di sebuah kota kecil, di tepi sungai, dengan dermaga kayu tempat menambatkan perahu, menyukai kedekatan rumah itu dengan sungai. Continue reading “Rumah yang Hilang”

Belajar Bercinta dengan Laut

Marhalim Zaini
Koran Tempo, 19 Juni 2005

Segala yang datang dari laut, cintailah.
Tentang perjalanan. Tentang hidup yang tak terukur. Dan sesuatu yang tiba-tiba membuat kita merasa tidak lengkap. Di mana ia? Seorang saja yang hilang, pasti hati kita lengang. Kehilangan itu kian akrab. Seakrab kematian. Dan laut, selalu menyimpan ketakterdugaan. Ia, lelaki yang pergi bersama subuh. Aku, perempuan yang menanti seperti luluh. Kami, sepasang kekasih, yang disebabkan laut, maka harus melepas pagut. Continue reading “Belajar Bercinta dengan Laut”

Malam Menggelepar di Tanjungkarang

Alex R. Nainggolan
http://www.suarakarya-online.com/

Udara dingin malam jatuh semaput merajut tubuh Pedro. Ia merasa nyerinya menusuk sampai ke tulang, barangkali kemarau telah sampai di akhir Juni ini. Tapi ia tetap saja berjalan, menelusuri jalan Tanjungkarang yang sebenarnya sudah akrab baginya. Ia ingin menuntaskan sesuatu, di kepalanya telah lama bertungkai pelbagai rencana: mungkin ke tempat hiburan malam, menenggak bergelas-gelas bir, mencari perempuan yang bisa menemaninya sebentar, atau bila segalanya tak satu pun yang terpenuhi, ia akan melamun sendiri, berdiam di dalam sunyi, menyimak kota Tanjungkarang yang dibalut warna-warni cahaya lampuan. Continue reading “Malam Menggelepar di Tanjungkarang”

Hantu, Perempuan Sundal, dan Kebohongan Bramanto

Fakhrunnas MA Jabbar *
lampungpost.com

Akulah hantu itu. Tertiup angin aku datang ke pulau yang mulai gemerlapan ini. Tersebab lupa, aku tak tahu darimana aku tiba. Aku bisa berumah di awang-awang atau berhimpun dalam gemuruh hujan dan petir. Tak usahlah aku berterus-terang ihwal asalku. Orang-orang Melayu kebanyakan agak berpantang membincangkan soal itu. Kecuali, para batin dan bomoh yang sewaktu-waktu bisa saja memanggilku tanpa surat perintah sekali pun. Aku hanya takluk pada mantera dan bacaan gaib serta bau-bauan kemenyan atau ramuan kembang para batin atau bomoh tadi. Continue reading “Hantu, Perempuan Sundal, dan Kebohongan Bramanto”

Tentang Keterasingan dan Kegilaan

Dwi Fitria
http://jurnalnasional.com/

Novel pertama pemenang Nobel Sastra 2008, J.M.G Le Clezio

Adam Pollo, seorang laki-laki berusia 20-an menemukan sebuah rumah kosong di sebuah pinggiran kota Prancis. Adam yang pendiam memutuskan untuk tinggal di sana. Berbulan-bulan, ia hanya ditemani kesunyian, pemikirannya, dan sebuah buku catatan tempat ia sering menulis surat yang tak pernah ia kirimkan kepada seorang perempuan bernama Michele. Continue reading “Tentang Keterasingan dan Kegilaan”

Bahasa ยป