Pergeseran Sastra Indonesia

Maman S Mahayana
http://www.koran-jakarta.com/

Apa yang terjadi dalam konstelasi kesusastraan Indonesia selama tahun 2008? Dalam masa setahun itu, adakah peristiwa penting dan signifikan yang dapat kita gunakan sebagai sinyal perkembangan sastra Indonesia? Dengan membaca dinamika yang terjadi dalam kesusastraan Indonesia selama setahun ini, bagaimana pula kemungkinan yang bakal terjadi di tahun mendatang? Sejauh mana pula capaian-capaian estetiknya? Banyak pertanyaan dapat kita kemukakan. Setidaknya berdasarkan pertanyaan itulah kita dapat menelusuri bagaimana sesungguhnya peta kesusastraan Indonesia dewasa ini. Continue reading “Pergeseran Sastra Indonesia”

Estetika Kekerasan dalam Pandora

Melani Budianta *
majalah.tempointeraktif.com

Penyair Oka Rusmini memperlakukan tubuh bagai menu santapan. Puisi yang menohok kemunafikan.

Pandora, dalam versi yang umum diketahui, adalah perempuan yang diciptakan para dewa dan dikirim ke bumi dengan kecantikan, kepandaian, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kepadanya diberikan pula sebuah peti yang tak boleh dibuka, dan pada akhirnya—tak bisa tidak—dibukanya. Continue reading “Estetika Kekerasan dalam Pandora”

Bahan Bakar Sastra

Eriyandi Budiman
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Tragedi lumpur Lapindo, penyerangan terhadap aliran keagamaan yang berbeda, hingga beragam tragedi yang menimpa bangsa Indonesia lainnya, berbaris seperti jutaan kendaraan bermotor di jalur “leher botol”. Memadat. Beragam kejadian aneh hingga yang remeh-temeh ini, menjadi menu baru bagi pengamatan sosiopsikologis, yang membutuhkan pengamatan ekstra tinggi. Continue reading “Bahan Bakar Sastra”

Di Teluk Puntondo Suatu Senja

Ilenk Rembulan
http://www.kompas.com/

Sekilas menggenggam kumpulan puisi yang dipeluk dalam buku berjudul Aku Hendak Pindah Rumah dari M. Aan Mansyur selanjutnya disingkat MAM ini terasa berat di isi.

Bukan apa-apa, sejak kecil sering membaca puisi pendek yang keindahannya sudah tidak diragukan lagi, walau kadang ditemui sedikit agak panjang namun tidak dengan jumlah bait, tapi jumlah kata dalam satu baris. Continue reading “Di Teluk Puntondo Suatu Senja”

Bahasa »