ANTARA CINTA, KEKUASAAN, DAN MARWAH

Maman S. Mahayana *

Kekuasaan cenderung korup, begitulah pemeo orang bijak yang memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang bisa mendatangkan kebaikan, sekaligus juga keburukan. Di tangan orang yang telengas, kekuasaan dapat menghancurkan kemanusiaan. Sebaliknya, di tangan orang bijak, sangat mungkin ia memancarkan kemaslahatan dan kebaikan bagi masyarakat. Sesungguhnya, kekuasaan seperti sebuah garis tipis yang berada di perbatasan kebaikan dan keburukan. Sekali waktu, ia lantang meneriakkan keadilan dan kebenaran. Dalam waktu yang lain, boleh jadi ia tergelincir, melukai dan menzalimi manusia lain. Jadi, sangat mungkin ia bolak-balik berada dalam kebaikan dan keburukan. Continue reading “ANTARA CINTA, KEKUASAAN, DAN MARWAH”

TANAH-INGATAN, KEKAYAAN BATHIN BAGI ANAK-ANAKNYA

Persembahan kepada Muhammad Iqbal,
Rabindranath Tagore & R.Ng. Ronggowarsito

Nurel Javissyarqi*
http://www.forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Bagi siapa pun bisa merayakan keheningan dalam percakapan.
ADA yang tergerak saat ingatan diluncurkan. Ingatan itu tangan panjang yang menelisik ceruk dalam. Jika dikelola akan mendapati kesemangatan jiwa. Saat dipersatukan lewat penjabaran, atas lelangkah pengembaraan bathin dalam masa-masa silam bersimpan rindu. Continue reading “TANAH-INGATAN, KEKAYAAN BATHIN BAGI ANAK-ANAKNYA”

Herman

Goenawan Mohamad
tempointeraktif.com

Potret itu dipajang berderet-deret, hampir di tiap pohon. Tapi di manakah Herman? Tiba-tiba saya ingat dia. Ia tak pernah kembali. Sepuluh tahun lebih, sejak ia hilang pada 12 Maret 1998. Orang banyak sudah lupa akan kejadian itu, orang mungkin bahkan lupa ada nama itu, nama seorang yang diculik, terutama karena Herman tak dikenal luas. Saya juga tak mengenalnya betul?dan memang tak harus mengenalnya betul. Continue reading “Herman”

Sastra, di Antara Gender dan Spiritualitas

Sihar Ramses Simatupang
http://www.sinarharapan.co.id/

Jakarta ? Itulah kenangan seorang gadis cilik. Gadis cilik itu kini telah menjadi dewasa dan menulis berbagai kisah dalam bentuk novel. Dia bernama Camilla Gibb. Sastrawan yang tinggal di Toronto, Kanada ini menemukan dunia lain lewat dialog lisan. Sebuah pandangan yang dia dapat lewat komunikasi.

Gadis kecil itu menerima tamunya – seorang ibu yang menjual roti. Roti yang enak dan hangat. Lalu gadis kecil itu bertanya asal si ibu. Si ibu menjawab, ?Saya dari Palestina?? Apa itu Palestina? Perempuan itu pun menjawab padanya, ?Semacam sebuah negara…? Continue reading “Sastra, di Antara Gender dan Spiritualitas”

Bahasa ยป