Derita Anak, Derita Ibu

Ahmad Zaini*
http://forum-sastra-lamongan.blogspot.com/

Temaram lampu dalam kamar menyorot wajah yang lembab air mata. Kilauan maniknya melintas pelan melewati relung pipi yang tampak merah lebam. Di atas ranjang yang beralas kasur, seorang gadis duduk termenung menatap bagian perut yang semakin lama semakin membesar. Selimut putih dengan variasi garis horizontal di gelar lantas digunakan untuk menutupi perutnya ketika pintu kamarnya terketuk pelan. Continue reading “Derita Anak, Derita Ibu”

Gapura Lain

S.W. Teofani
http://www.lampungpost.com/

KEMUDIAN aku menatap gapura itu semakin samar. Menjauh di antara kabut dan awan. Tapi aku tak punya sayap menujunya. Berpaling pun aku tak sempurna. Aku diam. Mematung diri dalam limbung nyata.

Di sini, di pulau ini aku menunggumu. Tempat yang tak bernama dan tak berupa. Laman yang menghantarkan kita menikmati setiap musim cinta. Menempuh segala liku tawa dan prahara. Ceruk cadas telah kita lalui, puncak perih pernah kita daki. Continue reading “Gapura Lain”

Tabuh Sunyi Sebelum Mati

Diani Savitri Yahyono
http://www.lampungpost.com/

Beberapa jam sebelum kematiannya.

Lelaki itu terseok menyusuri pelataran memanjang yang terpapar di sisi gedung tua itu. Pendar matahari mencakar, teriknya di sore hari selalu menggelisahkan. Udara menggantung, menguar panas yang diserap sesiangan. Udara tidak mampu dan tidak mau bergerak. Continue reading “Tabuh Sunyi Sebelum Mati”

Bahasa ยป