Puisi sebagai Cara Berkomunikasi

Catatan Krakatau Award 2006*

Budi Hutasuhut**
http://www.lampungpost.com/

Bahasa sebagai alat yang dipergunakan penyair untuk menghamparkan fakta-fakta pemikiran dan perasaan atas realitas kehidupan yang ada di lingkungan sosial maupun kulturalnya, mestinya tampil dalam wujud paling tradisional yakni sebagai sebuah cara berkomunikasi, sehingga puisi yang muncul di lingkungan masyarakat tidak lagi dipenuhi ikon-ikon asing (aliens code) dan ganjil. Continue reading “Puisi sebagai Cara Berkomunikasi”

Mempertimbangkan Sastra Buruh Migran

Beni Setia *
suarakarya-online.com

Insya Allah kalau tak ada rintangan, awal Februari mendatang, Tarini Sorrita – penulis yang bekerja sebagai buruh di Hong Kong – akan meluncurkan antologi cerpennya, Penari Naga Kecil, di Surabaya. Peristiwa budaya dengan pelaku khusus buruh migran ini bukan yang pertama kali, karena pada minggu terakhir Desember 2005 pernah dilakukan launching yang serupa – lihat, “Sastra Buruh Migran: Ad-vokasi tentang Kondisi TKI”, Suplemen Jatim, Kompas, 22/12. 2005, hlm. H. Continue reading “Mempertimbangkan Sastra Buruh Migran”

Warna Kesumba Seni Lekra

Bagja Hidayat
http://majalah.tempointeraktif.com/

Buku yang merekam gempita kesenian Lembaga Kebudayaan Rakyat. Dokumentasi penting, tak ada wawancara.

Laporan dari Bawah (Sehimpun Cerita Pendek Harian Rakjat 1950-1965)
Tebal: 558 halaman
Lekra Tak Membakar Buku (Suara Senyap Lembar Kebudayaan Harian Rakjat 1950-1965)
Tebal: 582 halaman Continue reading “Warna Kesumba Seni Lekra”

Ideologi di Balik Identitas

GF Sasmita Aji
http://www.kr.co.id/

Identitas menjadi perlu tatkala seseorang berusaha melihat sejauh mana dirinya berbeda dari yang lain. Memang, ada sebagian orang merasakan bahwa perbedaan adalah pemicu konflik, namun tidak sedikit pula yang meyakini sebaliknya, yakni justru perbedaanlah yang membuat hidup manusia semakin sempurna dan indah. Di kasus kedua ini, harmonisasi kehidupan dipandang dari heterogenitas yang terjadi sehingga dengan demikian peranan setiap entitas menjadi penting dan tidak boleh dikesampingkan. Continue reading “Ideologi di Balik Identitas”

MELIHAT KOTA, MEMBACA SASTRA

Imam Muhtarom *

Perkembangan kota sebagai sebuah ruang yang benar-benar berbeda dengan desa, telah mengubah bukan hanya di tingkat bagaimana penghuninya memenuhi kebutuhan ekonominya tetapi juga bagaimana kesadaran para penghuninya. Jika dalam masyarakat desa memiliki ketergantungan pada alam, maka masyarakat kota memiliki cara lain dalam memenuhi kebutuhannya. Sistem sebagai sarana pengelolaan segala kebutuhan masyarakat kota merupakan seperangkat cara agar segala kebutuhan dan kepentingan dapat terakumulasi dengan baik. Continue reading “MELIHAT KOTA, MEMBACA SASTRA”

Bahasa ยป