Pengembangan Sastra di Jawa Timur

Tengsoe Tjahjono *
surabayapost.co.id

(1)
Sastra Jawa Timur tentu tidak dapat dipandang sebelah mata dalam konstelasi sastra Indonesia. Banyak pengarang besar seperti Budi Darma, Zawawi Imron, Nirwan Dewanto, Ratna Indraswari Ibrahim, dan sebagainya berkarya dan berkembang dari wilayah ini. Belum lagi para pengarang dan kritikus muda seperti Shoim Anwar, Mashuri, W. Hariyanto, dan sebagainya yang tulisan-tulisannya mampu membangun daya gugah. Serta secara kultural Jawa Timur merupakan rajutan banyak budaya lokal yang unik. Continue reading “Pengembangan Sastra di Jawa Timur”

Membaca Kelembutan Sajak-Sajak Ai Ali

http://id-id.facebook.com/nurelj
Nurel Javissyarqi*

Saya menemukan sajak-sajaknya semacam perasan getah nalar yang terejawantah naluri sanubari. Kejernihan cermin memantulkan wajah-wajah para penyimaknya, suatu tuntunan dari belahan kaidah-kaidah agama yang sudah diperas saripatinya. Dan menjelma syair-syair perjuangan yang tampak lebih indah dari norma-norma kehidupan.

Saya yakin, semuanya berasal dari jerih payah yang sungguh luar biasa menjaga keuletan, ketulusan yang ditempa hikayat hayatnya. Sehingga ketabahannya menjadikan maklumat begitu sungguh luar biasa, yang sanggup dipetik anak-anak muda, dapat diambil para pujangga. Continue reading “Membaca Kelembutan Sajak-Sajak Ai Ali”

Sajak-Sajak Afrizal Malna

kompas.com

Kamar yang Terbuat dari Laut

Masa kanak-kanakmu terbuat dari sebuah pulau, Ram, di Tomia, Buton. Setiap malam, di antara suara batukku, demam yang tinggi, aku mendengar nafas laut. Laut yang tak punya listrik. Laut yang menyimpan masa kanak-kanakmu. Sebuah kamar yang dihuni orang-orang Bajau. Mereka, laut, kamar dan orang-orang Bajau itu, bercerita tentang –

Lidahku jatuh dekat ujung sepatuku. Laut memiliki sebuah kamar di atas bukit Kahiyanga. Ikan-ikan dan batu karang juga punya sebuah kamar di situ. Aku harus menggunakan lidahku sendiri untuk membukanya. Continue reading “Sajak-Sajak Afrizal Malna”

Bahasa ยป