Luka Dalam Sastra Indonesia dan Korea

Tjahjono Widijanto *
cetak.kompas.com

Teks sastra bukan saja merupakan dokumen keindahan bahasa semata, melainkan juga dokumentasi sejarah yang di dalamnya penuh dengan luka. Luka manusia, juga luka sebuah bangsa. Dalam soal luka ini, peristiwa dalam sejarah “resmi”, oleh sastra, tak dianggap sebagai realitas tunggal yang “benar” dan valid. Sastra mengolahnya sebagai satu hal yang harus dipertanyakan kembali. Continue reading “Luka Dalam Sastra Indonesia dan Korea”

Pacar, Sore, dan Renyai

Yetti A.KA *
jawapos.com

Pacar

Dari pertama kali lelaki itu sudah katakan bahwa ia cuma menginginkan seorang pacar. Perempuan yang akan menemaninya jalan-jalan di sore Sabtu dan Minggu atau mendampinginya menghadiri acara kawinan teman kantor. Pacar yang tidak cerewet, tentu saja. Ia sangat bosan berurusan dengan perempuan banyak mau, seperti ibunya. Ah, betapa terganggu hatinya bila mengenang ayah tergopoh-gopoh memenuhi rengekan ibu yang minta dipijit atau dikerok atau dibelikan semangkuk bakso di pangkalan dekat rumah padahal saat itu seharusnya ayah istirahat sepulang kerja. Kini, ayah sudah meninggal. Begitu juga ibu. Continue reading “Pacar, Sore, dan Renyai”

Maling

Putu Wijaya*
http://www.jawapos.com/

Di jalanan yang sudah bertahun-ta?hun saya lalui, ada rumah orang ka?ya. Depan rumahnya ada sebatang pohon kelapa gading. Buahnya terus berlimpahan seperti mau tumpah. Kalau lewat di situ, saya selalu kagum. Tapi juga tak habis pikir. Mengapa kelapa itu tak pernah dijamah. Mungkin pemiliknya terlalu kaya sehingga sudah tidak doyan lagi minum air kelapa. Padahal kalau saya yang punya, tiap hari tidak akan pernah saya biarkan lewat tanpa rujak kelapa muda. Continue reading “Maling”

Ibu Tak Berangkat

Sanie B. Kuncoro
jawapos.com

KAU sedang berada di pekarangan rumah ibu. Sebuah tempat yang paling kau suka setiap kali kembali ke rumah itu. Entah sekadar singgah dari sebuah perjalanan tugas atau saat kau bawa istri dan anak-anakmu mudik mengunjungi ibu di kampung halaman.

Sebuah pekarangan yang senantiasa menghadirkan jejak masa kanak-kanakmu. Membelah kenangan menjadi penggalan-penggalan, yang setiap irisannya membawamu kembali menelusuri perjalanan masa silam, yang seakan terperangkap di pekarangan itu. Seakan tak ada yang benar-benar berubah di sana. Continue reading “Ibu Tak Berangkat”

SUNDAL

:kagem papa

Naomi Srikandi*
http://www.jawapos.com/

Kamar ibu wangi pandan. Di pinggir ranjang Kadar merajang berhelai-helai daun penyedap itu. Di jendela langit kelam, tapi tugas laki-laki itu belum kelar. Sesudah merampungkan sekeranjang mawar yang ditabur di bak mandi, seuntai kulit jeruk yang digantung di dapur, ia tengah menyiapkan pandan untuk ditaruh di sudut kamar tidur. Ibu, sambil memijat wajah dengan minyak zaitun, telah sampai pada penggalan akhir kisahnya. Continue reading “SUNDAL”

Bahasa ยป