Kisah Buku Loak

Abdul Aziz Rasjid*
http://www.jawapos.com/

Pada suatu hari, Miquel de Cervantes menemukan sebuah buku berjudul Sejarah Don Quixote dari la Mancha di sebuah toko buku loak. Buku itu ditulis sejarawan Arab bernama Cid Hamet Benengelli dalam bahasa Arab. Karena tak paham bahasa Arab, Cervantes meminta bantuan seorang Moor untuk menerjemahkan naskah kuno itu ke bahasa Spanyol. Dan, buku yang telah diterjemahkan itu kemudian dia tulis kembali dengan judul Petualangan Don Quixote. Singkat cerita, kehadiran buku itu memberikan corak baru dalam sejarah sastra dunia. Inti temanya yang membicarakan kegilaan yang bangkit dari gugusan imajinasi terus terdengar pengaruhnya, misalnya dalam novel Perjalanan ke Timur (1932) karya Herman Hesse yang terbit berabad-abad kemudian. Continue reading “Kisah Buku Loak”

Pengabdian Sepanjang Usia Hairuddin Sastra

Achmad Hairuddin
http://www.surabayapost.co.id/

Sampai saat ini, Hairuddin Sastra masih mengelola tabloid lokal bernama Dinamika Madura. Meski tabloid ini berbahasa Indonesia, namun Hairuddin tidak melupakan bahasa daerahnya. Ia pun membuat rubrik khusus berbahasa Madura. Meskipun ada pemasang iklan maupun pelanggan yang mangkir dari kewajiban membayar, Hairuddin berupaya sekuat tenaga untuk tetap menghidupkan tabloidnya. Continue reading “Pengabdian Sepanjang Usia Hairuddin Sastra”

Merayakan Chairil, Mengenang Pram

Umar Fauzi
surabayapost.co.id

Seperti berbagai pengultusan peringatan hari-hari besar atau hari bersejarah lainnya, kesusastraan Indonesia juga tidak luput dari tradisi tersebut. Bulan sastra atau oleh Sapardi Djoko Damono disebut sebagai hari sastra itu, jatuh pada bulan April, tepatnya pada tanggal 28 April. Peringatan ini ?sekaligus? untuk mengenang sang maestro sastrawan Indonesia Chairil Anwar. Dengan perkataan lain, nama besar Chairil dijadikan momentum sebagai hari Sastra Indonesia. Pada bulan ini diselenggarakan oleh berbagai pihak baik komunitas sastra maupun lembaga pendidikan berbagai macam kegiatan kesusastraan. Continue reading “Merayakan Chairil, Mengenang Pram”

Ketika Budayanya Digempur Habis-habisan di Mana Sastrawan Jawa?

Siti Aminah, Bonari Nabonenar*
http://www.surabayapost.co.id/

Seperti halnya data kependudukan umumnya, tidak ada data pasti mengenai jumlah orang Jawa saat ini. Namun, beberapa sumber menyebut 40% – 45% penduduk Indonesia yang berjumlah kurang lebih 235 juta ini adalah etnis Jawa. Sebagian besar dari mereka tinggal di pedesaan dan menjadikan pertanian sebagai tumpuan hidup utama.

Tidak berbeda dengan sektor lain, sektor pertanian juga tak lepas dari agenda ekonomi-politik global. Revolusi Hijau merupakan sebuah contoh bagaimana mesin ekonomi-politik globabal menggilas pertanian di Indonesia, termasuk Jawa. Continue reading “Ketika Budayanya Digempur Habis-habisan di Mana Sastrawan Jawa?”

Mencari Rumah Sastra Indonesia Di Bangka Belitung

Rakhmat Giryadi
surabayapost.co.id

Jika ke huma membawa pepah
Pepah bertiti berpagar duri.
Alamnya indah rakyatnya ramah
Inilah Negeri Laskar Pelangi

PANTUN di atas diucapkan Gubernur Bangka Belitung H Eko Maulana Ali pada awal sambutan. Sontak ruang Mahligai Serumpun Sebalai riuh rendah oleh tepuk tangan hadirin, para sastrawan seluruh Indonesia. Continue reading “Mencari Rumah Sastra Indonesia Di Bangka Belitung”

Bahasa ยป