Posted by PuJa on October 16, 2009
Rakhmat Giryadi http://www.surabayapost.co.id/ Jika ke huma membawa pepah Pepah bertiti berpagar duri. Alamnya indah rakyatnya ramah Inilah Negeri Laskar Pelangi PANTUN di atas diucapkan Gubernur Bangka Belitung H Eko Maulana Ali pada awal sambutan. Sontak ruang Mahligai Serumpun Sebalai riuh rendah oleh tepuk tangan hadirin, para sastrawan seluruh Indonesia.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Risang Anom Pujayanto http://www.surabayapost.co.id/ Mereka yang sedang tumbuh, muncul dari kampus dan komunitas-komunitas sastra. Gerakan mereka memang tidak seagresif para penggiat sastra Jawa Timur era tahun 1980-1990-an yang getol ‘melancarkan serangan’ ke daerah-daerah di Jawa Timur dan luar Jawa Timur. Komunikasi antar penyair antar kota dan provinsipun tergolong cukup intensif dilakukan oleh penggiat sastra 1990-an. [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Tjahjono Widijanto* http://www.surabayapost.co.id/ Dalam sebuah buku klasik yang berwibawa The March of Literature: From Confucius to Modern Time karya Ford Madox Fox, dapat ditemukan sebuah adigum yang mahsyur; “the quality of literreture, in short, is the quality of humanity”, teks sastra yang berkualitas tidak saja merupakan dokumentasi sastrawi semata-mata tetapi juga merupakan dokemtasi sejarah yang [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on October 11, 2009
Catatan Kecil Sajak Samsudin Adlawi Imamuddin SA Waktu itu, kira-kira sehabis Isya’, saya menguhubungi kawan saya. Saya bermaksud mau ngobrol-ngobrol denganya. Seketika itu saya lansung mengambil motor dan memacunya ke rumah kawanku tadi. Bukan sekedar kawan, tapi lebih dari itu. Entah apalah, yang jelas dia istimewa bagi saya. Namanya Nurel Javissyarqi. Sesampainya di rumahnya, saya [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Umar Fauzi* http://www.surabayapost.co.id/ Estetika gelap itu mungkin akan atau sudah berlalu, dirasakan atau tidak, beberapa penyairnya mulai sedikit “jenuh” dan membelot meski tidak secara terang-terangan dan malu-malu pada pola pengungkapan baru, tengoklah misalnya puisi Mashuri, setelah Pengantin Lumpur –setidaknya yang terbit di media-media nasional dan lokal beberapa tahun belakang– seperti dua puisinya yang termuat antologi [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on October 9, 2009
Mahmud Jauhari Ali “Pur sinupur/ Bapupur di piring karang/ Bismillah aku bapupur/ Manyambut cahaya si bulan tarang/ Pur sinupur/ Kaladi tampuyangan/ Bismillah aku bapupur/ Banyak urang karindangan….” Demikianlah penggalan salah satu mantra Banjar yang sudah ada sejak zaman dahulu. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa orang Banjar sejak dahulu hingga sekarang menggunakan mantra Banjar untuk berbagai [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Simon Saragih http://cetak.kompas.com/ Nyatakanlah dengan pena! Demikianlah moto perjuangan Herta Mueller (56), dengan ekspresinya lewat berbagai tulisan, melawan korupsi, hingga kediktatoran Nicolae Ceausescu almarhum, diktator yang pernah memimpin Romania. Ceausescu, pembungkam kebebasan berekspresi, tewas ditembak orang tak dikenal pascakejatuhan komunis.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Joni Ariadinata* http://www.infoanda.com/ KoranTempo Kalau Beni R. Budiman (Koran Tempo, 16/2) mengawali tulisannya dengan kalimat pembuka yang berisi pernyataan (pengakuan?) sebuah “kebingungan”, maka itu pantas baginya. Sebuah antologi besar semacam Horison Sastra Indonesia (HSI), memang tidak bisa disikapi secara serampangan, apalagi dengan nawaitu kecurigaan yang besar. Kapasitas Beni R. Budiman bisa diukur lewat tulisannya di [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi http://pustakapujangga.com/?p=78 “Tuhan kaum mistis adalah realitas”(Hazrat Inayat Khan) Hidup memang pilihan, kata ayat yang tersirat dalam realitas kehidupan. Namun siapa yang sesungguhnya memilih, siapa pula penentu pilihan tersebut hingga langgeng? Kehalusan akal kelembutan perasaan merupakan aura senantiasa berubah, sejenis timbangan takdir tak pernah berhenti menghitung gerak cahaya. Karnanya lelingkup kehidupan insan itu misteri [...]
Filed under: Esai