Sebuah Antologi Jejak Sastra Indonesia

Judul buku : Seratus Buku Sastra Indonesia yang Patut Dibaca Sebelum Dikuburkan
Penulis : An. Ismanto, dkk.
Penerbit : I:BOEKOE, Yogyakarta
Cetakan : 1, 2009
Tebal : 1001 hlm
Peresensi : D. Suryadi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

Harus dipahami baik-baik bahwa buku ini tidak bermaksud mengajukan suatu daftar “buku-buku terbaik” ataupun “buku-buku terpenting”. Tujuan utama buku ini ialah pertama-tama untuk menemui buku-buku karya sastra yang menjadi penopang utama Pax Literaria Indonesia. (A.N. Ismanto) Continue reading “Sebuah Antologi Jejak Sastra Indonesia”

Menyoal Sastra Pesantren*

Fahrudin Nasrulloh **

Dalam sastra Jawa kepesantrenan, bahasa dan sastra Jawa dijadikan wadah untuk memperkenalkan ajaran Islam. Sedangkan dalam sastra Islam-Kejawen anasir sufisme dan ajaran pekertinya diserap oleh pujangga Jawa untuk mengislamkan warisan sastra Jawa zaman Hindu. Memang, sastra Jawa pesantren tidak sesubur sastra Islam-Kejawen. Lantaran yang berkembang di Jawa adalah paham sufisme ortodoks Al-Ghazali, sehingga daya telisiknya terbatas hanya pada ilmu-ilmu yang telah ada. Ini jelas berbeda dengan sastra sufistik Melayu di Aceh silam yang menganut paham wujudiyah falsafi. Continue reading “Menyoal Sastra Pesantren*”

Kiamat Kesetiaan

Triyanto Triwikromo*
http://www.jawapos.com/

(O, Keheningan yang indah, masih adakah yang ingin Kauceritakan kepadaku setelah pertempuran-pertempuran sia-sia yang mengenaskan itu?

“Apakah kau merasa telah mengenal kesetiaan melebihi pemahamanmu tentang Aku?”

Tak sedikit pun kumengerti tentang kesetiaan ya, Junjungan.

“Kalau begitu pergilah ke gurun tanpa nama. Carilah oase paling bening. Bercerminlah di sana?” Continue reading “Kiamat Kesetiaan”

Idul Fitri dan Petunjuk Berserah Diri

Rohmah Maulidia*
http://www.jawapos.com/

KESADARAN adalah aset manusia yang sangat penting. Namun, karena sering kalah promosi oleh kepintaran, ia menjadi modal yang jarang dibangun. Yang membedakan keduanya adalah kepintaran merupakan hasil pengolahan informasi di kepala, sedangkan kesadaran diolah di kepala informasi itu dan prosesor di hatinya. Hasilnya adalah suatu kesadaran yang berkadar oktan tinggi. Ketika mesin kesadaran yang bertenaga besar itu dinyalakan untuk menyelesaikan urusan hidup, output-nya tentu berbeda. Continue reading “Idul Fitri dan Petunjuk Berserah Diri”

Bahasa ยป