Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=370
AKU TAK KENAL SEPI
Gabriela Mistral
Malam: Gurun pegunungan
Yang menjengkau ke lautan
Tapi aku yang buai kamu
Peduli sepi bagiku Continue reading “Gabriela Mistral (1889-1957)”
Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=370
AKU TAK KENAL SEPI
Gabriela Mistral
Malam: Gurun pegunungan
Yang menjengkau ke lautan
Tapi aku yang buai kamu
Peduli sepi bagiku Continue reading “Gabriela Mistral (1889-1957)”
Masyithah Maghfirah Rizam*
http://www.surya.co.id/
PLAGIAT adalah tindakan mengambil karangan, pendapat, ide, dan sebagainya milik orang lain dan diklaim sebagai miliknya. Ini tindakan tidak terpuji, tidak bermoral, dan tentunya miskin kreativitas.
Seseorang yang telah melakukan plagiat (plagiator) tidak akan memiliki satupun pembenaran atas pencuriannya. Cap plagiator akan diberikan masyarakat secara otomatis padanya dan sangat mungkin akan terus berlanjut seumur hidup. Continue reading “Plagiator”
Kingkin Puput Kinanti
http://www.surya.co.id/
Saat ini dunia sastra booming dengan karya-karya berbau feminisme. Dapat dilihat di toko-toko buku berjejer nama-nama pengarang perempuan yang telah melahirkan karya sastra yang fenomenal dan spektakuler.
Sebut saja Ayu Utami yang telah berhasil menerobos pakem-pakem dalam karya sastra klasik. Keberaniannya mengangkat tema yang dianggap tabu dan diungkapkan dengan bahasa yang lugas dan menantang, menyebabkan Ayu Utami mendapat sanjungan sekaligus cacian. Ada beberapa kalangan yang kurang setuju dengan apa yang disampaikan Ayu lewat karyanya. Continue reading “Masa Depan Sastra (oleh) Perempuan”
Putu Setia
tempointeraktif.com
Ada lilin dinyalakan. Berpuluh-puluh jumlahnya, untuk mendoakan kepulangan Gus Dur–sapaan akrab Abdurrahman Wahid–ke alam maya yang sejati. Di sekitar lilin ada berbagai manusia dengan keyakinan yang berbeda, namun tak ada bisik-bisik di antara mereka: “Kamu beragama apa, ya?” Continue reading “Lilin Gus Dur”
Ismi Wahid
tempointeraktif.com
Wahai pelayar malam
Tiga kapal karam
Masa mendendam
Apa lagi yang kau pendam
Sebelum semuanya tenggelam…
Ananda Sukarlan bukan seorang penyair. Namun pianis muda itu memiliki sensibilitas tinggi terhadap puisi. “Puisi itu seperti sudah bernada dan berbunyi menjadi musik,” katanya. Continue reading “Musik Sastra Ananda Sukarlan”