YANG LIAN: Puisi adalah Kampung Halaman Saya

Pewawancara: Luky Setyarini
http://www.ruangbaca.com/

Ketika Revolusi Budaya dilancarkan di Cina antara 1966-1976, ada sekelompok penyair yang karena gaya puisinya yang sulit dipahami, seperti berkabut, disebut sebagai Misty Poets. Salah satu dari para penyair kritis yang aktif menulis di majalah Jintian (Today) itu adalah Yang Lian.

Lahir di Swiss pada 1955, ayah Yang seorang diplomat. Ketika keluarganya pulang kampung, Yang muda dikirim ke pedesaan Changping dekat Beijing, untuk mengikuti program reedukasi. Continue reading “YANG LIAN: Puisi adalah Kampung Halaman Saya”

Masih Dihuni Muka Lama

Risang Anom Pujayanto
surabayapost.co.id

“Sebagian besar sastrawan Surabaya dihasilkan dari lomba baca puisi, tapi lomba baca puisi 2009 kemarin seperti tidak ada yang bisa diharapkan untuk memunculkan nama baru di kancah kesusastraan daerah maupun nasional,” kata Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS), Sabrot D Malioboro saat memberikan sambutannya di acara Malam Sastra Surabaya (Malsasa) 2009, di pendapa Taman Budaya-Jatim (29/12). Malsasa 2009 diharapkan dapat kembali memotivasi geliat kesusastraan Surabaya ke depan, lanjutnya. Continue reading “Masih Dihuni Muka Lama”

Sastra dan Konfrontasi

Bandung Mawardi*
http://www.surabayapost.co.id/

Gambaran seni dan peradaban di Barat memang pelik dan ikut menentukan kondisi kesusastraan dan peradaban di negeri ini. Babak menentukan terjadi pada tahun 1950-an dengan pemunculan risalah kritis dari Soedjatmoko dalam pengantar untuk majalah Konfrontasi (No. 1 Tahun I, Juli-Agustus 1954). Soedjatmoko menulis risalah ?Mengapa Konfrontasi? untuk mewartakan tentang krisis dalam kesusastraan Indonesia modern. Continue reading “Sastra dan Konfrontasi”

Namanya Abadi di Bunga Anggrek

Siska Prestiwati W
http://www.surabayapost.co.id/

Ketekunannya mengembangkan bunga anggrek membuat namanya menempel pada jenis bunga yang langka dengan bahasa latin Dendrobium sutiknoi p. o’bryne.

Sebagai pengusaha instalasi listrik dan guru, Soetikno Linoehoeng tidak tahu banyak hal tentang tanaman, khususnya bunga anggrek. Waktunya lebih banyak digunakan untuk mengabdi di Yayasan Pendidikan Teknik Indonesia dan berkeliling bersama teman-teman PLN untuk memasang listrik ke daerah-daerah. Continue reading “Namanya Abadi di Bunga Anggrek”

Bahasa ยป