Gus Dur dan Buku

Saiful Amin Ghofur *
jawapos.com

SUATU sore, ketika senja merambah cakrawala di Jalan Matraman Kecil No 8 Jakarta, Nyai Sholehah kelimpungan mencari Abdurrahman ad-Dakhil. Putra sulung yang tempo itu berusia belasan tahun tersebut tak kunjung muncul. Ternyata, tak berapa lama Gus Dur (kecil) itu menyembul. Kepada ibunya, dia berkilah tak ke mana-mana, melainkan sejak semula membaca buku di balik daun pintu. Continue reading “Gus Dur dan Buku”

Penebar Penyakit yang Dirindukan

Kustiah*
http://www.jawapos.com/

Masih ingat kasus ayat tembakau yang hilang dari Undang-Undang Kesehatan yang telah disahkan dalam sidang paripurna DPR September lalu? Sejumlah politikus di Senayan berapologi bahwa penyebab ayat yang hilang itu hanya kesalahan teknis. Beberapa politikus pengusul ayat tersebut berpandangan bahwa tindakan itu merupakan kesengajaan untuk menjegal pengendalian tembakau. Continue reading “Penebar Penyakit yang Dirindukan”

Malaysia di Mata Jurnalis Indonesia

Mohamad Ali Hisyam*
http://www.jawapos.com/

Kasus Manohara, model cantik berdarah Sulawesi yang tak pernah sepi diekspos media massa, menjadi bumbu menarik dinamika hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Konflik Manohara dengan mantan suaminya, Tengku Fahri, pangeran Kerajaan Kelantan, yang terus berlarut, melengkapi serangkaian dentuman kasus yang selama ini mewarnai ”panas dingin” relasi kedua negara serumpun itu. Continue reading “Malaysia di Mata Jurnalis Indonesia”

SIMBOL WAKTU SEBAGAI REPRESENTASI IDEOLOGI

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Fantasi-fantasi yang bertebaran pada masa kanak-kanak, konon, secara tidak sadar akan muncul kembali pada masa dewasa dalam bentuk yang lain. Jika pada masa kanak-kanak kita dihinggapi ketakutan akan hantu, bayangan nenek sihir, manusia bertaring yang akan menculik anak-anak nakal yang suka menangis, makhluk raksasa pemangsa manusia, atau sesosok makhluk yang dicitrakan begitu menakutkan, misalnya, pada masa dewasa ia akan berubah wujud menjadi ketakutan terhadap sesuatu yang dibayangkan dapat menghancurkan dirinya, karier, kehidupan rumah tangga atau ketakutan lain yang muncul begitu saja tanpa dapat dipahami sebab-musababnya. Continue reading “SIMBOL WAKTU SEBAGAI REPRESENTASI IDEOLOGI”

Rendra

Putu Wijaya

“Kebudayaan Jawa adalah kebudayan kasur tua!” kata Rendra dengan tandas dalam sebuah diskusi di Yoga pada akhir tahun 60-an, kata seorang budayawan yang diwawancari di televisi itu.

“Banyak orang tersinggung dan kaget. Itu bukan saja terlalu berani tetapi juga kurangajar. Kebudayaan Jawa yang tinggi, berciri kontemplasi dan melahirkan monumen yang mencengangkan dunia seperti Borobudur, Prambananan, buku Nagara Kertagama, Arjuna Wiwaha dan sebagainya itu, bagaimana mungkin hanya sebuah kasur tua?” Continue reading “Rendra”

Bahasa »