Tentang Bangsa yang Gagal Belajar

A.S. Laksana
jawapos.co.id

DALAMseminggu terakhir saya beberapa kali nyaris lumpuh otak karena diserang gencar oleh berita-berita klise. Klise terbesar adalah kabar tentang manuver politik dan tabiat orang-orang di seputar kekuasaan; itu semua membosankan karena berlangsung begitu-begitu melulu dan mudah diduga. Untuk menenteramkan diri sendiri, sekarang saya hanya menunggu datangnya tukang hibah, yakni orang-orang baik hati yang telah sudi memberi Hadi Purnomo harta kekayaan bermiliar-miliar jumlahnya. Continue reading “Tentang Bangsa yang Gagal Belajar”

Shanghai, 1943-Belinyu, 2000

Sunlie Thomas Alexander
http://www.jawapos.co.id/

Shanghai, Maret 1943

DARI suara radio yang sayup-sayup sampai lantaran menipisnya tenaga baterai, kau tahu kalau pasukan nasionalis kian terdesak. Kehidupan rakyat makin tak menentu, setiap hari selalu saja jatuh korban yang sulit dihitung di luar medan perang. Yang mati tertembak, sakit, atau kelaparan. Pengungsi bertebaran di mana-mana. Tak di desa, tak di kota. Shanghai memang tinggal menunggu kejatuhannya, pikirmu. Seperempat Cina telah dikuasai Jepang, mau apa lagi? Para konsul Barat sudah lama meninggalkan gedung-gedung kedutaan. Continue reading “Shanghai, 1943-Belinyu, 2000”

301 (day 2)

Truly Raksawinata

Aku gila kekuasaan, egois, suka harta,
pendengki dan pemarah yang kejam.
Apa itu pemarah yang kejam?
Aku juga tak tahu, yang pasti
lebih tepatnya, diliputi kemarahan.
Dan kejam!
Memang aku belum pernah membunuh siapa-pun secara fisik,
aku membunuh jiwa, korban pertamanya diriku sendiri, ia sudah pernah mati! Continue reading “301 (day 2)”

Bahasa ยป