Gerakan Cinta Sastra

Bramma Aji Putra*
http://www.jawapos.co.id/

DISADARI atau tidak, kehidupan saat ini kian tenggelam dengan pelbagai karut-marut persoalan yang seolah terus membenamkan negara hingga titik nadir. Kiranya tepat apabila solusi atas permasalahan yang kita hadapi saat ini, salah satunya, adalah melahirkan generasi yang memiliki kepekaan hati. Kepekaan hati amat diperlukan sebagai wujud simpati dan empati kepada sesama yang kini mulai mengalami kemerosotan. Continue reading “Gerakan Cinta Sastra”

Membumikan Gerakan Adil Gender

Saiful Amin Ghofur*
http://www.jawapos.co.id/

BILA kita membuka lembaran sejarah, segera akan ditemukan sederet catatan buram tentang eksistensi perempuan. Setumpuk atribut yang bernada negatif disematkan pada perempuan: dianggap makhluk pelengkap, manusia kelas dua, memiliki akal pikiran setengah dari rasio laki-laki, dan sebagainya. Bahkan, acap kali hak, kewajiban, serta keberadaannya bergantung sepenuhnya dan ditentukan oleh laki-laki. Hal ini sekaligus menjadi indikasi bahwa penindasan dan kekerasan terhadap perempuan sudah terjadi sejak berabad-abad silam dan terus berlangsung dalam beragam bentuknya hingga sekarang. Continue reading “Membumikan Gerakan Adil Gender”

Sastra Feminis ala Leila

M. Arman A.Z*
http://www.jawapos.co.id/

JAUH sebelum booming sastra feminis pada 2000-an, yang bersumber dari pemahaman sastra terhadap inferioritas perempuan, Leila S. Chudori termasuk salah seorang sastrawan wanita yang lebih dulu memulainya. Itu bisa ditelisik dalam kumpulan cerpen (kumcer) terbarunya, Malam Terakhir, yang merupakan cetak ulang (revisi) setelah 1989 diterbitkan Pustaka Utama Grafiti. Penerbitan kumcer itu juga berbarengan dengan penerbitan novel 9 dari Nadira. Continue reading “Sastra Feminis ala Leila”

Walter Savage Landor (1775-1864)

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=438

DAUN DEMI DAUN GUGUR
Walter Savage Landor

Daun demi daun gugur, bunga demi bunga,
Disaat dingin, disaat panas: sebarang waktunya.
Hidup-hidup ia berkembang, hidup-hidup berguguran,
Semua disambut bumi, yang beri mereka makan.
Haruskah kita, putranya lebih budiman, kecewa
Kembali kekandungannya, bila hidup henti bernyala? Continue reading “Walter Savage Landor (1775-1864)”

Kritik Sastra dan Alienasi Kaum Akademisi

Fahrudin Nasrulloh *
surabayapost.co.id

Seperti apakah perkembangan sastra mutakhir Jawa Timur? Pertanyaan ini tidak gampang dijawab dalam satu penyoalan tapi justru dari sanalah kita bisa terus berupaya menggalinya dari berbagai perspektif. Perkembangan sastra di Indonesia boleh dikatakan sangat kuat dan menggembirakan. Munculnya berbagai jenis-bentuk dan genre sastra dalam dekade terakhir ini memperkaya khasanah sastra kita; Continue reading “Kritik Sastra dan Alienasi Kaum Akademisi”

Bahasa ยป