Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…

Ganug Nugroho Adi, Darmanto Jatman
suaramerdeka.com

PADA 1990-an penyair Darmanto Jatman menulis sajak yang menggagas Indonesia sebagai sebuah perusahaan, Patriotisme Kromo. Hampir 10 tahun kemudian, sajak itu memperoleh SEA Write Award (Penghargaan Sastra Asia Tenggara).

Seperti sajak-sajaknya yang lain, “demokratisasi bahasa” begitu kental dalam Patriotisme Kromo. Ya, demokratisasi. Barangkali itu sebagai kata ganti untuk menyebut keberanian Darmanto dalam memasukkan keberagaman kata, bahasa, juga nama-nama dari Jawa, Indonesia, Inggris, Cina, dan juga Belanda dalam puisinya. Continue reading “Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…”

Lamongan : Gerakan Sastra dan Buku “Indie”

Abdul Azis Sukarno *

Ada yang menarik ketika dengan tidak sengaja saya berkunjung ke kota kecil di sebelah utara Surabaya akhir Maret 2007 lalu, di mana sosok Amrozi si pelaku salah satu kasus bom Bali berasal. Tapi, tentu bukan dalam masalah di mana kota tersebut akhir-akhir ini akrab dengan kata-kata “teroris”, “bom”, atau semacamnya, dan diam-diam menjadi bahan perhatian pihak keamanan baik dalam maupun luar negeri. Melainkan, peranannya dalam bidang kesusastraan Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Continue reading “Lamongan : Gerakan Sastra dan Buku “Indie””

Sajak-Sajak Satmoko Budi Santoso

Kompas.com

Berlayar ke Tepi Krui
(Variasi atas Hikayat Bujang Tan Domang *)

bagai si domang yang suatu hari singgah
terantuk di tanggul sialang kawan, dusun betung,
sungai bunut, tanjung sialang, dan tanjung perusa
aku berlayar. limbung terbantun dari tepian selat sunda
menumpang sampan dayung bercadik
“lupakanlah si raja lalim, si panjang hidung,” ebokku merengek
menghela galah galau, melontar sepah dendam
sumpah seranah atas kampung halaman Continue reading “Sajak-Sajak Satmoko Budi Santoso”

Bahasa ยป