Kematian Matali

Mashuri

Matali bunuh diri! Peristiwa itu langsung menggemparkan kampung Gombalmukiyo. Kampung ini termasuk kampung kecil yang terletak di pinggiran kota, dikelilingi parit kecil, dipenuhi tanaman hijau nan perdu; kampung yang oleh media massa disebut sebagai kampung tempat orang menghilangkan penat karena udara masih murni dan suasananya bisa membuat orang bahagia. Continue reading “Kematian Matali”

Buku Kumpulan Budak Setan

: Melacak Jejak Horor Abdullah Harahap

Akhmad Sekhu
suaramerdeka.com

Masih ingatkah Anda pada Abdullah Harahap? Bagi Anda yang menyukai cerita-cerita horor sekitar tahun 70-80-an tentu ingat betul Abdullah Harahap yang selalu bercerita seputar balas dendam, seks, pembunuhan, serta motif-motif cerita setan, arwah penasaran, objek gaib (jimat, topeng, susuk), dan manusia jadi-jadian. Continue reading “Buku Kumpulan Budak Setan”

Buku Tuhan ke Mana Cinta

Pertanyaan Lembut Perihal Cinta

Mukti Sutarman Espe
http://suaramerdeka.com/

Sekitar 30 tahun silam, saat memulai karier di dunia penulisan kreatif, Hendrio Utomo atau yang populer dengan nama pena Handry TM, lebih banyak menulis cerita pendek daripada puisi. Saat itu, ada dua orang penulis usia muda yang malang-melintang di jagad kepenulisan Semarang; yakni Timur Sinar Suprabana dan Handry TM. Masing-masing kondang sebagai penyair dan cerpenis. Continue reading “Buku Tuhan ke Mana Cinta”

Saudara Jauh

Penulis: Orhan Pamuk
Penerjemah: Rama Dira J
Suara Merdeka, 21 Maret 2010

KAMI berjalan di sepanjang Jalan Valikonagi, menikmati malam musim semi yang sejuk. Pertunangan kami baru saja diresmikan; kami sedang mabuk dan dalam semangat yang tinggi. Kami baru saja ke Fuaye, restoran mewah baru di Nisantasi; saat makan malam bersama orangtuaku, kami membicarakan panjang lebar segala persiapan pesta pertunangan yang dijadwalkan pertengahan Juni. Continue reading “Saudara Jauh”

Kafe Bagus di St Michel

Penulis: Ernest Hemingway
Penerjemah: Sunlie Thomas Alexander
http://suaramerdeka.com/

KEMUDIAN cuaca memburuk. Itu bakal berlangsung pada suatu hari ketika musim gugur berlalu. Mau tak mau kita harus menutup jendela-jendela pada malam hari untuk menghalau hujan dan dingin angin yang akan merontokkan dedaunan dari pohon-pohon di Contrescarpe. Daun-daun berserakan basah di tengah hujan dan angin membawa hujan ke arah bus hijau besar di terminal dan Kafe des Amateurs sudah penuh sesak dan jendela-jendela atasnya berkabut karena udara panas dan asap di dalam. Continue reading “Kafe Bagus di St Michel”

Bahasa ยป