Sepak Bola Klenik

Sunlie Thomas Alexander *
jawapos.com

KEJANGNYA si gundul fenomenal Ronaldo menjelang final Piala Dunia 1998 di Prancis boleh jadi disebabkan faktor psikologis. Rasa gugup dan tegang dalam menghadapi partai penentuan adalah hal wajar. Apalagi beban dipikul oleh seorang bintang yang tengah bersinar terang seperti dirinya, tentu tak ringan.

Masalahnya, spekulasi kemudian berkembang. Salah satunya adalah isu bahwa Piala Dunia 1998 tak sepi dari praktik klenik. Kesebelasan Prancis pun dituduh telah menggunakan jasa seorang dukun terkenal dari Afrika Barat, Aguib Sosso. Seperti halnya ilmu teluh dari Banten yang konon sanggup melintasi lautan, seorang dukun Afrika -kata Adam Kone, paranormal Mali- memang tak mesti ada di stadion untuk melakukan sihirnya. Continue reading “Sepak Bola Klenik”

Pertanyaan Tahun Ini: Kapan PSSI?

A.S. Laksana *
jawapos.co.id

KONON Albert Camus pernah ditanya oleh salah seorang temannya, Charles Poncet, mana yang lebih ia suka, sepak bola atau teater, dan ia menjawab, ”Sudah pasti sepak bola.”

Peraih Nobel Sastra 1957 itu lahir dari keluarga miskin di Aljazair. Di masa kanak-kanaknya, ia memainkan sepak bola dalam cara yang serupa dengan anak-anak lain di wilayah kumuh belahan dunia mana pun: di jalanan. Tetapi ia tidak banyak berlari. Continue reading “Pertanyaan Tahun Ini: Kapan PSSI?”

Negarakretagama, Sebuah Festival

Agus Bing*
http://www.jawapos.co.id/

“APA arti sebuah nama.” Begitu kata pujangga Inggris William Shakespeare mengingatkan bahwa ”nama” sejatinya tak lebih hanya ”teks” yang disandangkan pada objek. Selain tidak memiliki korelasi dengan objek yang ditandakan, ”nama” tidak mewakili esensi objek tersebut. Karena itu, tidak terlalu penting, apakah suatu objek memiliki nama atau tidak. Yang jelas, tanpa nama, segala objek tetap bisa mewakili dirinya sendiri. Benarkah demikian? Apakah kata puitis tersebut betul-betul merepresentasikan keragu-raguan Shakespeare atas eksistensi sebuah ”teks”? Continue reading “Negarakretagama, Sebuah Festival”

Hidup Adalah Permainan Rupa

Afnan Malay
http://www.jawapos.co.id/

HOMO Ludens, manusia bermain, adalah tajuk yang disodorkan kurator Wahyudin kepada 17 perupa yang sebagian besar di antara mereka berhasil menambatkan diri pada deretan papan atas seni rupa Indonesia. Mereka adalah Agus Suwage, Beatrix Hendriani Kaswara, Budi Kustarto, Dipo Andy, Erik Pauhrizi, FX Harsono, Haris Purnomo, Inge Riyanto, Julnaidi M.S., Jumaldi Alfi, Putu Sutawijaya, R.E. Hartanto, S. Teddy D., Sigit Santoso, Ugo Untoro, Wayan Suja, dan Yani Maryani. Continue reading “Hidup Adalah Permainan Rupa”

Anak-anak Masa Lalu

Damhuri Muhammad*
http://www.jawapos.co.id/

BILA tidak ingin celaka, jangan melintas di Jembatan Sinamar pada waktu-waktu lengang, apalagi tepat di saat berserah-terimanya ashar dan magrib! Bukankah begitu sejak dulu, petuah para tetua, perihal jembatan yang tak pernah lekang dan usang itu? Namun, sebagaimana titian biasa runtuh, pantangan biasa dilanggar, bukankah pula, dari masa ke masa, selalu ada gerombolan anak-anak kampung ini, yang diam-diam hendak menyingkap rahasia tersuruk di sebalik pantang dan larang yang terus dimaklumatkan? Continue reading “Anak-anak Masa Lalu”

Bahasa ยป