Belenggu Cinta

Viky Dewayani
http://oase.kompas.com/

?Jadi kapan kita ketemu lagi, sayang?? Irfan berbisik mesra di telingaku.
?Atur aja. Aku ngikut jadwal kamu? jawabku menggantung.

Irfan memamerkan senyumnya. Dikecupnya pipi dan leherku lembut, sebelum aku beranjak keluar dari mobilnya. Kulambaikan tangan ketika mobil mewahnya melaju meninggalkanku, yang masih tercenung sendiri memandanginya. Continue reading “Belenggu Cinta”

Sepasang Mata di Malam Hari

Restu Ashari Putra
http://oase.kompas.com/

Suatu waktu aku ingat perkataan nenek, saat kami datang berdua mengunjunginya di sebuah rumah di kaki gunung. Sebelum kami sendiri yang menyaksikan ajalnya tiba. Ia masih tertawa berseri-seri dengan sederet gigi palsunya. Dengan sepasang mata yang masih ceria. Saat itu, di bawah aroma kebun teh Goalpara, aku masih mengingatnya ketika aku bersama Saskia di sana. Continue reading “Sepasang Mata di Malam Hari”

Memerdekakan Ruang Publik

Judul: Ruang Publik; Melacak ?Partisipasi Demokratis? dari Polis sampai Cyberspace
Editor: F. Budi Hardiman
Penerbit: Kanisius, Yogyakarta
Cetakan: I (Pertama), 2010
Tebal: 406 halaman
Peresensi: Humaidiy AS *)
http://oase.kompas.com/

Sejak dibukanya kran demokrasi pasca kajatuhan Orde Baru, gerakan protes, gelombang demonstrasi, protes para facebookers di cyberspace maupun berbagai penyuaraan rakyat atas realitas sosial dan politik di negeri ini menyeruak secara bebas di ruang-ruang publik. Continue reading “Memerdekakan Ruang Publik”

Sang Humanis dari Kalkuta

Judul: Teresa dari Kalkuta
Penulis: Krispurwana Cahyadi, SJ
Penerbit: Kanisius Yogyakarta
Cetakan: I, Juni 2010
Tebal: 224 halaman
Peresensi: Siti Muyassarotul Hafidzoh*
KOMPAS.com

Pada pertengahan tahun 1940-an, situasi India sangatlah sulit. Tidak saja kemiskinan, tetapi juga pertikaian politik, terlebih menjelang kemerdekaan India (1945), juga perang antaragama yang nantinya membuahkan perpecahan dengan Pakistan. Continue reading “Sang Humanis dari Kalkuta”

Bahasa ยป