TARIAN LANGKAH KECIL

M.D. Atmaja

Sore, ketika matahari telah mulai menjadi ramah, Lelaki Pendosa melangkah memburu di jalan-jalan padat Kota Tua yang menyimpan jasat para raja-raja. Setelah menggali ke dalam diri, dia menemukan selingkar putih yang memutih dengan satu mata jernih di tengahnya. Sang Lelaki Pendosa memacu langkahnya yang semakin gemetar ketika langit menurunkan jarum-jarum air mata. Continue reading “TARIAN LANGKAH KECIL”

Putu Wijaya, Sejak Remaja Sudah Menggemari Sastra

Faidil Akbar
suarakarya-online.com

Putu Wijaya yang kita kenal sebagai sastrawan mempunyai nama yang cukup panjang, yaitu I Gusti Ngurah Putu Wijaya. Dari namanya itu dapat diketahui bahwa ia berasal dari Bali. Putu memang dilahirkan di Puri Anom, Tabanan, Bali pada tanggal 11 April 1944.

Pada masa remaja ia sudah menunjukkan kegemarannya pada dunia sastra. Saat masih duduk di sekolah menengah pertama di Bali, ia mulai menulis cerita pendek dan beberapa di antaranya dimuat di harian Suluh Indonesia, Bali. Continue reading “Putu Wijaya, Sejak Remaja Sudah Menggemari Sastra”

Taman Budaya Bali, Sebuah Percontohan

Eka Fendri Putra
http://www.suarakarya-online.com/

Sebuah patung Kumbakarna berukuran tinggi sekitar lima meter, hasil sentuhan tangan terampil seniman I Wayan Nyungkal asal Desa Tegallalang, Kabupaten Gianyar, menjadi salah satu hiasan halaman Taman Budaya Denpasar. Kehadiran patung Kumbakarna tersebut sekaligus menjadikan Taman Budaya Bali sebagai sebuah percontohan bagaimana sebaiknya sebuah taman budaya dibangun yang sesuai dengan impian para seniman. Continue reading “Taman Budaya Bali, Sebuah Percontohan”

Goenawan Nilai Pram Egois

Diskusi Sastra Karya Pramudya
Syarifudin
http://www.suarakarya-online.com/
baca ini http://www.sastra-indonesia.com/2010/06/pertukaran-pendapat-antara-goenawan-mohamad-dan-pram/

Sastrawan Pramoedya Ananta Toer telah meninggal dunia, 30 April 2006 lalu. Jasadnya pun telah dikebumikan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Bagaimana dengan karya-karya sastra yang telah dilahirkannya? Apakah ikut “terkubur” seiring meninggalnya novelis kelahiran Blora, 6 Februari 1925 itu? Jawabnya, “Tidak!” Continue reading “Goenawan Nilai Pram Egois”

Bahasa ยป