SASTRA SUNDA YANG KIAN MENGKILAP

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Sastra Sunda, sebagai sastra etnik, juga sastra etnik lain, diandaikan berada dalam posisi terjepit ketika berhadapan dengan sastra Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional menjerumuskan kedudukan sastra daerah menerima nasib dalam posisi marjinal. Sastra etnik seketika mengalami degradasi. Ia tidak dapat melepaskan bayang-bayang sastra Indonesia. Begitu juga ketika sastra daerah dikaitkan dengan perkara komersial, ia tak leluasa masuk wilayah pendukungnya. Kendala utamanya jatuh pada alasan klise: tak ada pembaca, tak ada pembeli. Penerbit pun emoh menerbitkan. Continue reading “SASTRA SUNDA YANG KIAN MENGKILAP”

Serikat Orang Tak Berjodoh

S. Jai
Suara Merdeka,13 Juni 2010

“CERITAKAN kepadaku tentang Jalan Tuhan itu, Pak Tua.”

“Sebelum bertemu di meja judi,” Pak Tua itu yang berbaik hati itu pun memulai kisahnya. “Perjumpaan Nyi Tanah, Man Sapar dan Abah Matkur bermula keinginannya untuk menagih janji pada Tuhan. Awalnya, karena keduanya tahu jodoh itu di tangan Tuhan. Waktu umurnya nyaris tutup, sang jodoh tak kunjung dating, sebab itu dimulailah perburuan sampai di sini, sampai bertahun-tahun, sampai menyentuh batas harapan dan putus asa, senantiasa hidup sendiri tanpa suami atau istri. Padahal semuanya mereka punya, rumah, juga pekerjaan. Continue reading “Serikat Orang Tak Berjodoh”

Toni Morrison, Si Hitam yang Jadi Pionir

Rita Nariswari
ruangbaca.com

Kalau hendak mencari perempuan Afro-Amerika yang piawai dalam dunia menulis, maka Toni Morrison patut dilirik. Penulis ini terkenal dengan sebutan novelis kulit hitam terbaik di Amerika. Bahkan ada sederetan penghargaan yang membuat perempuan ini menjadi pionir di bidangnya. Di antaranya pada 1993, ia menjadi wanita Afro-Amerika pertama yang memperoleh Nobel untuk sastra dan perempuan Amerika pertama yang dianugerahi penghargaan itu setelah Pearl S. Buck pada 1938. Continue reading “Toni Morrison, Si Hitam yang Jadi Pionir”

STA, Perangkum Semua Kebudayaan

Aulia A Muhammad
suaramerdeka.com

INDONESIA hari ini, juga Indonesia akan datang, tidak dibangun dalam satu hari, juga tidak oleh satu orang. Meski, untuk peletak dasar kebudayaan, ada satu orang yang namanya tak mungkin dihapuskan. Dialah Sutan Takdir Alisjahbana, yang namanya biasa disingkat STA.

Takdirlah yang dengan serius memikirkan kebudayaan Indonesia. Tak hanya melalui Polemik Kebudayaan -yang sampai kini masih acap dibicarakan- dan Majalah Pujangga Baru yang semua dia garap dengan sangat serius, tapi juga upayanya menjadikan bahasa Indonesia menjadi sebuah bahasa modern. Continue reading “STA, Perangkum Semua Kebudayaan”

Kluet, Tenggelam dalam Sejarah

Herman Rn
http://sosbud.kompasiana.com/

KABUPATEN Aceh Selatan dengan ibukotanya Tapaktuan merupakan salah satu kota sejarah di Provinsi Aceh. Banyak situs budaya yang layak dijadikan objek wisata islami di daerah itu. Sayangnya, semua terkesan ?tenggelam? atau hilang seiring waktu.

Tak hanya objek wisata, sejumlah suku, bahasa, termasuk wilayah pun terkesan dilupakan. Sebut saja di antaranya suku dan wilayah Kluet. Suku Kluet merupakan satu di antara dua suku lainnya?Aceh dan Aneuk Jamee?yang hidup di wilayah Aceh Selatan. Suku ini umumnya terdapat di wilayah Kluet Utara, Kluet Timur, Kluet Tengah, dan Kluet Selatan. Continue reading “Kluet, Tenggelam dalam Sejarah”

Bahasa ยป