Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/
Sastra Sunda, sebagai sastra etnik, juga sastra etnik lain, diandaikan berada dalam posisi terjepit ketika berhadapan dengan sastra Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional menjerumuskan kedudukan sastra daerah menerima nasib dalam posisi marjinal. Sastra etnik seketika mengalami degradasi. Ia tidak dapat melepaskan bayang-bayang sastra Indonesia. Begitu juga ketika sastra daerah dikaitkan dengan perkara komersial, ia tak leluasa masuk wilayah pendukungnya. Kendala utamanya jatuh pada alasan klise: tak ada pembaca, tak ada pembeli. Penerbit pun emoh menerbitkan. Continue reading “SASTRA SUNDA YANG KIAN MENGKILAP”
