IRONI TOETI HERATY

Maman S. Mahayana *

“Toeti Heraty adalah satu-satunya wanita penyair di tengah para penyair Indonesia mutakhir yang terkemuka.” [1] Demikian A. Teeuw mengawali komentarnya ketika memasuki topik pembicaraan Toeti Heraty di dalam konteks penyair Indonesia pasca-1966. Pernyataan kritikus sastra asal Belanda itu tentu bukan tanpa alasan. Ia memandang, kepenyairan wanita kelahiran Bandung, 27 November 1933 itu sangat khas. Oleh karena itu, ia punya tempat tersendiri di dalam peta kepenyairan Indonesia. Continue reading “IRONI TOETI HERATY”

Sajak-Sajak W.S. Rendra

cetak.kompas.com

Pengantar: Mengenang Rendra (lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935, dan wafat di Depok, Jawa Barat, 6 Agustus 2009), berikut ini kami muat sejumlah karya Almarhum yang berasal dari beberapa kurun kepenyairannya. Rendra, dengan sajak-sajaknya yang kuat mengandung muatan naratif dan dramatik, menempati posisi unik dalam perpuisian Indonesia yang sarat dengan puisi lirik. Dan sebagaimana tampak pada setiap kumpulan sajak yang muncul dari dekade ke dekade sejak pertengahan 1950-an, Rendra telah menjelajahi berbagai ranah tema dan gaya ungkap, namun sekaligus intens dan konsisten menyuarakan daya hidup manusia di tengah kepungan derita dan angkara murka. Selamat membaca. (Redaksi) Continue reading “Sajak-Sajak W.S. Rendra”

Si Bunian

DTA Piliang
http://www.suarakarya-online.com/

GEMURUH suara tambur diselingi suara genderang kecil atau kami sebut tasa yang bersuara menusuk telinga, menggambarkan bagaimana meriahnya pesta. Suara itu kadang seperti berasal dari arah utara, dari kaki Gunung Gadang, selanjutnya seperti berasal dari arah barat laut, dari Gunung Tigo. Kemudian suara tambur dan tasa terasa sangat dekat, dari Bukit Salasiah, Ujuang Gunuang, Sungai Sariak, di arah selatan. Selanjutnya pindah ke barat daya, seperti berasal dari Ampalu, Kampuang Dalam, atau dari Padang Sago. Kemudian bergeser ke arah barat, Tandikek atau Malalak. Continue reading “Si Bunian”

Mengintip Kerja Kreator Film Indie

Sepuluh Film Diproduksi Selama Empat tahun

Imron Arlado
jawapos.co.id

Pembuatan film indie di negeri ini, kerap mendapat komentar pedas dari berbagai kalangan. Mulai dari pembuatan yang dianggap kurang bermodal, sampai pada tingkat keseriusan.

HANYA gara-gara ingin membahagiakan orang tuanya, Sukarti nekat menjadi seorang tenaga kerja wanita (TKW) di negeri seberang. Ia hanyalah seorang anak seorang penambang pasir yang mengigau menjadi orang kaya tanpa pikir panjang. Continue reading “Mengintip Kerja Kreator Film Indie”

Bahasa ยป