Perempuan yang Menjadi ayah

N. Mursidi
http://www.sinarharapan.co.id/

SELALU disergap ngilu, setiap kali aku pulang ke rumah. Saat tiba di depan rumah, sebelum bergegas masuk ataupun tatkala sejenak berdiri di pintu pagar, nyaris membuat langkah kakiku berat untuk memasuki dengan beringas. Apalagi, setelah kulewati pintu pagar serta mengedarkan pandang ke halaman, aku terperangkap masa laluku. Sebuah masa saat aku masih kecil, bermain di halaman, memanjat pohon mangga besar yang berdiri kokoh di depan rumah dan juga kenangan saat pulang sekolah. Kenangan itu, masih tetap tinggal dalam ingatan. Membekas dalam rajut waktu yang sudah lalu, namun tak juga kunjung terlupakan. Continue reading “Perempuan yang Menjadi ayah”

Dua Peti Mati

Adji Subela
http://www.sinarharapan.co.id/

Suara John, teman baikku, demikian bergetar ketika bertelepon kepadaku:
?Bung, Papaku meninggal tadi malam.?
?Terjadi juga beliau meninggal?? tanyaku. Tetapi aku lalu tersadar, bahwa itu sebuah pertanyaan yang benar-benar kurang ajar, tapi alasanku sangatlah kuat. Masalahnya, Papa John selama ini menderita sakit yang tak kunjung sembuh, dan tergolek di sebuah ruang perawatan sebuah rumah sakit sedemikian lamanya, sampai anak-anaknya sudah berputus-asa. Continue reading “Dua Peti Mati”

HAMID

Yeanny Suryadi
http://www.sinarharapan.co.id/

Pisau itu diberikan oleh Ginting kepadanya, katanya untuk jaga-jaga. Dia dan lelaki itu belakangan ini semakin dekat , sampai akhirnya waktu Ginting bilang dia harus pergi, lelaki dengan sekujur tubuh dipenuhi oleh tato itu kemudian menyerahkan padanya sebilah pisau, tanpa banyak bicara. Lalu kata orang, Ginting lari karena dikejar-kejar polisi. Continue reading “HAMID”

Tamasya ke Museum Kata-kata

Damhuri Muhammad
http://www.sinarharapan.co.id/

(1)
Huruf-huruf bergelantungan di ranting-ranting pohon Akasia taman kota. Bergelayutan di rentang panjang kabel listrik yang bersilang pintang. Bergeloncatan di dinding-dinding gedung jangkung. Di jembatan penyeberangan, di halte pemberhentian Bus Way, gerbang tol, dan ruas-ruas jalan protokol. Para pengemudi panik alang kepalang karena kendaraan mereka terjebak dalam kerumunan huruf-huruf yang berseliweran. Bermunculan dari arah depan, belakang, sisi kiri, sisi kanan, bahkan dari delapan arah mata angin. Continue reading “Tamasya ke Museum Kata-kata”

Tuhan, Beri Aku Hudan!

Maya Wulan
http://www.sinarharapan.co.id/

/1/
Malam itu Anne tampak sangat terburu-buru. Dimasukkannya semua barang miliknya yang selama ini menjadi sahabat setianya sehari-hari. Mulai dari perlengkapan make-up, baju-baju seksi, sampai kondom impor yang tersisa.
?Kau mau pergi?? tanya seorang temannya.
Ya, aku akan pergi. Sahut Anne dalam hati. Aku sudah memutuskannya, dan tidak ada lagi yang bisa menghalangi niatku untuk meninggalkan tempat terkutuk ini. Semua akan berakhir sejak malam ini, saat aku melangkahkan kaki keluar. Tidak ada lagi menoleh ke belakang, atau sekedar mendengarkan panggilan teman-teman lama. Aku mau pergi, untuk selamanya. Continue reading “Tuhan, Beri Aku Hudan!”

Bahasa ยป