MT Arifin
http://suaramerdeka.com/
ORANG Jawa biasa memahami kekuasaan sebagai gejala sosial yang didukung oleh hubungan-hubungan kultural yang kompleks. Banyak mitos dan upacara-upacara menjadi ?bahasa? yang memberikan alasan untuk membenarkan tuntutan atas hak, status, dan kekuasaan. Terutama pada saat budaya agraris memberi transformasi simbolik terhadap gejala-gejala sosial yang memiliki arti penting bagi kehidupan mereka sehingga kedudukan makam Sunan Kalijaga di Kadilangu atau makam raja-raja di Imogiri tetap penting, meski kekuasaan telah silih berganti dan dinasti pemerintahan telah berubah atau pecah. Continue reading “Politik Perlawanan”
