Politik Perlawanan

MT Arifin
http://suaramerdeka.com/

ORANG Jawa biasa memahami kekuasaan sebagai gejala sosial yang didukung oleh hubungan-hubungan kultural yang kompleks. Banyak mitos dan upacara-upacara menjadi ?bahasa? yang memberikan alasan untuk membenarkan tuntutan atas hak, status, dan kekuasaan. Terutama pada saat budaya agraris memberi transformasi simbolik terhadap gejala-gejala sosial yang memiliki arti penting bagi kehidupan mereka sehingga kedudukan makam Sunan Kalijaga di Kadilangu atau makam raja-raja di Imogiri tetap penting, meski kekuasaan telah silih berganti dan dinasti pemerintahan telah berubah atau pecah. Continue reading “Politik Perlawanan”

Kesadaran Geo-Politik Sastra

KTT Asia-Afrika 2005: Tanpa Pengarang!

Helmi Y Haska
http://www.sinarharapan.co.id/

Di tengah gaung Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung 2005 digelar pemutaran film dokumenter pelaksanaan KAA di Bandung 50 tahun yang lalu oleh The Asia Africa Academy dan pameran poster tokoh-tokoh Asia-Afrika oleh perupa Dipo Andy di Gedung Indonesia Menggugat. Tapi di tengah acara yang cukup padat dan membutuhkan aparat keamanan yang masif, itu timbul pertanyaan: di mana para sastrawan (baca: pengarang) Indonesia di tengah forum dunia itu? Continue reading “Kesadaran Geo-Politik Sastra”

Perlawanan dari Tegal

Dahono Fitrianto
http://cetak.kompas.com/

Apa hal pertama yang mampir di kepala saat mendengar nama Kota Tegal? Seorang teman dengan cepat menjawab, warteg dan ?ngapak-ngapak?.

Begitulah, kota di pesisir utara Jawa Tengah ini telanjur diidentikkan dengan dua stereotip: warung tegal alias warteg dan logat bahasa khasnya. Itu juga lebih sering ditampilkan dalam konteks olok- olok, untuk lucu-lucuan, yang secara tidak langsung sebenarnya mengandung sikap agak meremehkan. Continue reading “Perlawanan dari Tegal”

Selayang Pandang Tentang TKW di Hong Kong:

Dari Terbitkan Buku Hingga Kuliah S2!

Uly Giznawati*
http://regional.kompasiana.com/

Tenaga kerja wanita atau buruh migran adalah jutaan manusia yang mencoba mengadu nasib dengan bekerja di luar negeri, meninggalkan keluarga, saudara dan kampung halaman. Demi tercapainya kesejahteraan bagi individu, keluarga, komunitas dan negara. Seperti di Hong Kong (HK), jumlah buruh migran tiap tahunnya selalu bertambah. Dan saat ini tercatat 124.000 buruh migran yang bekerja di HK. Sebagian besar dari mereka (99 persen) bekerja disektor rumah tangga. Continue reading “Selayang Pandang Tentang TKW di Hong Kong:”

Perjuangan Rakyat, Berpameran, dan “Tak Termuat di Antologi”

HUT Ke-80 Sitor Situmorang
Sihar Ramses Simatupang
sinarharapan.co.id

Rekonsiliasi itu perlu. Namun penegakan kebenaran juga tetap harus dilakukan sejalan dengan rekonsiliasi itu. Kalimat ini mengalir dari pendapat seorang Sitor Situmorang, penyair, prosais, yang terlibat dalam aktivitas dan sejarah kebangsaan, di momen pembacaan puisi dan cerpen bersama generasi terbaru. Continue reading “Perjuangan Rakyat, Berpameran, dan “Tak Termuat di Antologi””

Bahasa ยป