Upacara Kemerdekaan, Upaya Mengkritisi Bangsa

Denny Mizhar*

Jika menapak tilasi bangsa Indonesia, tak jua menemui perubahan. Kebobrokan para pengambil kebijakan sudah bukan hal asing disaksikan. Pada realitasnya bangsa ini belum menemukan titik perubahan segar sesudah reformasi 1998. Tapi malah memasuki babak kegelapan. Orde Baru memang telah tumbang, namun gaya prilakunya masih menghantui, bahkan semakin akut. Tampak pada realitas keseharian dapat dipandang melalui layar televisi pun di sekitar kita. Kesewenang-wenangan penguasa politik pula penguasa modal. Demokrasi yang diharapkan malah diam di tempat tak bergerak sama sekali. Continue reading “Upacara Kemerdekaan, Upaya Mengkritisi Bangsa”

Ibu, Kematian, dan Aku

Maria D. Andriana
http://www.sinarharapan.co.id/

Ia terbaring di atas kasur yang mengeras dan lembap oleh keringatnya. Matanya hitam dan cekung. Hanya mata hitam itu yang membuat wajahnya tampak hidup, sementara seluruh tubuhnya kurus dengan kulit kering yang seakan hampir terkelupas. Ia tampak renta dan tak berdaya. Ibuku, perempuan yang seharusnya kusayangi dan kuratapi penderitaannya.

Melihat tubuhnya yang lunglai, bibir hitam dan keriput yang tidak lagi mampu menerjemahkan isi hati dalam bentuk kalimat, seharusnya membuatku prihatin atau menangis. Continue reading “Ibu, Kematian, dan Aku”

Mengkritik Pendidikan dan Karakter Para Guru

Pameran Seni Visual “Guru Oemar Bakrie”

Yuyuk Sugarman
sinarharapan.co.id

Dunia pendidikan kita tengah mengalami peluruhan dalam upaya membangun dan membentuk karakter manusia Indonesia yang beradab serta berakal budi.

Banyak hal tentunya yang menyebabkan peluruhan ini. Ada yang menuding ini akibat sistem pendidikan ataupun kurikulum. Ada juga yang berpendapat ini akibat kualitas dan kesejahteraan guru yang tak diperhatikan. Selain itu, dilatarbelakangi juga oleh fasilitas sekolah yang sangat minim. Continue reading “Mengkritik Pendidikan dan Karakter Para Guru”

ZAMAN EDAN: ZAMAN PENUH KUTUKAN

Puji Santosa
http://www.facebook.com/

Kalatidha adalah salah satu judul karya sastra yang ditulis oleh Raden Ngabehi Ranggawarsita seputar tahun 1861. Karya ini merupakan kritik sosial profetis yang menggambarkan akan datangnya masa sulit, suram, rusak, dan tidak menentu yang disebut sebagai zaman edan. Pada zaman itu negara demikian kacau-balau, undang-undangnya tidak dihargai, derajat negara menjadi suram, dan rakyat semakin rakus dan loba. Hal ini mengingat pada tahun 1858 raja Surakarta, Sinuhun Paku Buwana VII meninggal dan digantikan oleh adik tirinya Kusen dengan gelar Paku Buwana VIII. Continue reading “ZAMAN EDAN: ZAMAN PENUH KUTUKAN”

Bahasa ยป