Sastrawan Jateng Harus banyak Belajar dari Karya Saramago

Yulianto
suaramerdeka.com

Ketika diundang untuk membacakan karya puisinya, Penyair Semarang, Gunoto Saparie di Kedutaan Besar (Kedubes) Portugal di Jakarta, Jumat (19/11) malam lalu, Gunoto begitu sangat berkesan. Terutama dengan sosok seorang novelis Portugal, Jose Saramago.

Karya-karya Saramago sungguh mengagumkan, baik dari segi tema maupun bentuk. Saramago adalah pemenang Hadiah Nobel untuk Sastra 1998. Jose Saramago meninggal Juni lalu dan lahir pada 18 November 1922. Saramago dihormati ketika dia meninggal dengan upacara pemakaman resmi dan dihadiri puluhan ribu orang. Continue reading “Sastrawan Jateng Harus banyak Belajar dari Karya Saramago”

Membaca Halaman Sastra di Media Cetak

Moch Arif Makruf
http://www.suarakarya-online.com/

Sebuah perjuangan penulis gelandangan untuk dapat menjumpai ruang publik sastra di media cetak adalah usaha untuk merobohkan dominasi penguasa sastra yang telah terlilit oleh sebuah mekanisme Industri. Ruang publik sastra di media cetak seperti sebuah jalan tol publikasi karya sastrawan mapan. Semakin kesulitan membedakan mana yang menjadi korban dan mana yang mengorbankan. Sastrawan yang telah mapan merasa setiap muntahan penanya selalu ada daya tampungnya. Kualitas sastra telah menjadi industri yang saling melengkapi dan saling menunggangi dalam kepentingannya masing-masing. Continue reading “Membaca Halaman Sastra di Media Cetak”

Pertemuan Dua Presiden Penyair

Salyaputra *
cetak.kompas.com

PERTEMUAN Sutardji Calzoum Bachri dan Umbu Landu Paranggi boleh jadi hal yang lumrah saja. Namun, mengingat peran dan mitos mereka selama ini sebagai tokoh perpuisian Indonesia, tak pelak perjumpaan dua sahabat lama ini mengandung sekian kemungkinan arti dan juga tafsir tersendiri: sebuah kilas balik sekaligus refleksi akan kehidupan susastra Indonesia di masa depan. Continue reading “Pertemuan Dua Presiden Penyair”

Hujan Peluru di Bulan Desember

Robin Dos Santos Soares
http://www.kompasiana.com/robin

?Anak-anak sudah tidur??

?Ya. Sudah. Tapi sebelum mereka tidur, Leli mencarimu?.

?Kenapa??

?Dia bilang. Bapak kok tidak pulang-pulang. Sudah dua minggu lebih,?

?Sebaiknya kamu memberitahu pada anak-anak. Seorang istri yang baik itu sudah menjadi bagian dari kewajibanmu. Mereka belum paham dunia bapaknya. Saya sangat sibuk akhir-akhir ini. Harus ngurusin proyek di Bali. Kata sahabat bapak yang bekerja di pemerintahan, mereka mau menanamkan kapitalnya di sini.? Continue reading “Hujan Peluru di Bulan Desember”

Air Mata Cinta yang Mencari Ruang Maha

Imron Tohari

Airmata itu menari-nari mencari ruang Maha layaknya angin yang bertiup, melayuk, membelai dedaun di ruang-ruang jumantara. Dan langit terang jua adanya murai berkicau di pucuk-pucuk cemara, pun entah di mana kicaunya lesap kala kelam menggulat alam, seperti saat tubuh-tubuh tak lagi berpeluk, bibir-bibir tak lagi berkecup, kesendirian mengantar tangisan kekasih. Masihkah burung merak bisa membanggakan bulu-bulu indahnya? Sedang para pemburu terbuai nyanyian perdu peri-peri hutan. Continue reading “Air Mata Cinta yang Mencari Ruang Maha”

Bahasa ยป