Cirebon, Tautan yang Terserak

Dadang Kusnandar
http://www.kompasiana.com/dadangkusnandar_cirebon

MEMBICARAKAN sejarah tentu tak ada habisnya. Setiap orang punya versi sejarah sendiri-sendiri dan pasti berbeda dengan yang lain. Setiap penulis sejarah pun memiliki versi sendiri menyoal sejarah. Maka berlangsung terus pengetahuan dan pemahaman yang beragam terhadap satu peristiwa sejarah. Sejarawan yang menulis buku pun saling berbeda versi sehingga menimbulkan pemahaman yang selalu tidak bersentuhan, terutama menyangkut hal-hal yang krusial. Continue reading “Cirebon, Tautan yang Terserak”

Bondres Sastra Dunia

Putu Setia
balipost.co.id

Mulai hari ini, bertepatan dengan rerainan Tumpek Landep, di Ubud dilangsungkan ”Festival Penulis dan Pembaca Internasional” yang akan berakhir 3 Oktober nanti. Bahasa keren dari kegiatan yang sudah ketiga kalinya digelar ini adalah Ubud Writers and Readers Festival. Di sini bertemu penulis-penulis dari berbagai daerah di Indonesia, tentu saja akan banyak didominasi penulis Bali, dan penulis dari berbagai negara yang punya perhatian terhadap dunia sastra. Ada ide besar yang ingin dicita-citakan melalui festival ini, yakni menjadikan Bali sebagai pusat sastra dunia. Continue reading “Bondres Sastra Dunia”

Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura, R. Musaid Werdisastro – Penulis Babad Sumenep

Badrut Tamam Gaffas
http://dunia.pelajar-islam.or.id/

R. Musaid Seorang Pejuang Budaya

Diantara rekaman sejarah tentang Pulau Madura ternyata Babad Sumenep menjadi dokumen penting yang bisa dijadikan literatur awal untuk mempelajari madura khususnya sumenep secara lebih mendalam.

Raden Musaid adalah Sastrawan Legendaris yang berjasa menulis Babad Sumenep. Awalnya penulisan tersebut dimaksudkan sebagai upaya pelurusan sejarah terutama sejarah islam di sumenep dalam bingkai dinamika hubungan antar etnik yang berlangsung damai. Dalam Babad itu digambarkan pula tumbuh kembang sebuah komunitas masyarakat berperadaban dan berperilaku elok yang disebut Bangselok. Continue reading “Gelora Islam Sang Sastrawan Besar Madura, R. Musaid Werdisastro – Penulis Babad Sumenep”

Bahasa »